Bukan Urusan Elo Kaleee …

Oleh : Elly Risman

Muslimahzone.com – Ketika terlintas di pikiran saya untuk menuliskan apa yang saya alami hari ini, maka hal pertama yang muncul di benak saya adalah kata kata di atas itu. Kalau saya berpegang pada kata kata tersebut, mungkin saya gak pernah nulis disini, karena semua yang saya tulis umumnya ’bukan urusan saya’, iya nggak sih?
Tapi sekali ini saya sungguh sungguh tidak tahan melihat kenyataan di depan mata yang sebenarnya sudah lama sekali mengganggu pikiran saya. Mau tahu apa ?

Saya tidak tahan melihat anak 6 tahun sedang di”kerjain” rambut panjangnya di salon, setelah di creambath. Rambut itu sedang ‘dipotong dalam’ karena mau dibuat “curly”. Anak itu tidak habis habisnya memandang kaca dengan menggerak gerakkan wajahnya dan tersenyum. Selain dia ada dua anak lagi yang berusia setahun-dua tahun di atas usianya. Yang satu juga dicreambath dan yang satu lagi : Dicabutin telur kutu di helai-helai rambutnya.

Dari wawancara pendek dengan petugas di salon itu saya ketahui bahwa anak anak ini dibawa secara regular oleh orangtuanya ke salon tersebut, minimal sebulan sekali. Yang paling menarik adalah yang dibersihin telur kutunya itu, karena menurut petugas ini anak itu dibawa ke salon karena menolak untuk dilakukan oleh ibunya. Dia hanya mau kalau dikerjakan di salon.”Berapa umur anak itu?” tanya saya. “Delapan bu” jawab petugas itu. Otomatis meluncur dari mulut saya :”Wow! 8 tahun saja ibunya sudah KEHILANGAN KATA sama anaknya bagaimana kalau dia berusia 12 tahun dan lebih besar lagi ya ?” . “Tahu deh bu” jawab petugas itu.

Pengasuhan itu Membentuk kebiasaan dan Meninggalkan kenangan !

Bagi teman teman yang sudah lama bergaul dengan saya dan YBH sudah hafal benar dengan kata kata saya ini. Kebiasaan apalah yang ingin ditinggalkan oleh ibu itu pada anaknya di usia yang sangat dini itu, kecil kecil sudah membiasakan anaknya perawatan ke salon?

Apakah ini sekedar “hype” nya punya anak perempuan? Sebagai mana “hype’nya ayah pengen punya anak lelaki biar ada teman main atau nonton bola , jamaah ke masjid dsbnya ? Tidak kah ibu ini berfikir bahwa, ini akan jadi kebiasaan anaknya nanti, padahal hidup ke depan tidak selamanya akan senang dan punya uang? Suaminya belum tentu sekaya ayahnya ? Hari itu kan akan di “gilir gilir”kan oleh Allah? Ibu ini sedang menciptakan “life style” apa ya untuk masa depan anaknya?

Rambut anak anak kan masih sebening kulitnya yang kita sebut : kulit bayi ?. Tidakkah sadar ibu itu bahwa semua yang dikenakan ke rambut dan kulit kepala anaknya mengandung unsur kimia? Bukannya mereka masih dalam kelompok yang masih pake shampoo yang khusus untuk anak anak? Perlu sedini itukah ?

Pertanyaan berikutnya yang muncul di benak saya mengamati anak anak ini adalah tentang “konsep cantik” yang bagaimana yang ingin ditanamkan ibu ini pada anaknya. Cantik fisik dulu ya? Atau memang cantik fisik jadi ukuran utama? Saya khawatir apa lagi mendengar kata kata anak itu, terkesan soal cantik jiwa dan cantik budi belum kesentuh dengan baik. Maklum saja usia mereka baru 6-8 th! Bukankah anak anak ini sebenarnya masih sangat perlu diajarkan untuk keramas sendiri dengan benar dan baik. Menjaga kebersihan tubuh, kamar dan lingkungan dekatnya.Bukankah anak anak ini lebih perlu diperkenalkan kepada kemampuan berfikir kritis tentang kecantikan yang dianugerahi Allah kepadanya dan jangan sampai merasa sombong karenanya?

Heran dan tak habis fikir saya apa sebenarnya yang ada di fikiran ibu ibu ini, mengapa anaknya di gesa gesakan benar jadi dewasa. Saya khawatir , jangan jangan setelah rambut curly, lalu difoto dan kemudian dimasukkan ke instagram. Tidak jelas tujuannya apa.

Banyak ibu yang memamerkan anaknya dengan sengaja di instagram. Kegiatan yang tak bisa dilepaskan dengan perasaan bangga, dan lupa bahwa bangga dekat benar dengan sombong. Banyak juga yang mungkin gak sempat tahu bahwa :”sombong itu selendangnya Allah dan Allah tidak suka bila ada makhluk lain yang mengenakannya!”,Allah akan menyiksanya! Tidak takutkah ?

Telur kutu, diselesaikan oleh petugas salon!. Ibu patuh sama kemauan anaknya? Alangkah indahnya bila sang ibu itu sendiri yang menelisik telur telur kutu itu sambil bercerita bagaimana telur kutu bisa menempel di helai helai rambut anaknya. Ibu juga bisa mendiskusikan dan berbagi cara dengan anak bagaimana mengatasinya, serta sejibun cerita lain. Bukankah itu mengakrabkan hubungan, mendekatkan hati dan menghangatkan jiwa.

Telur kutu sebenarnya cerita lama, dari saya kecil. Heran di zaman sudah begitu modern masih ada saja. Sebagai pelaku riset pasar, ketika muda dulu saya sempat membantu Richardson Vicks melakukan penelitian karena mereka ingin memproduksi obat kutu. Sayapun pernah berkutu ketika saya SD. Teringat oleh saya sampai kini bagaimana ibu saya duduk menyisir rambut saya dengan”serit” sisir khusus untuk kutu, kemudian membalur rambut saya dengan “peditox”, lalu membungkusnya dengan rapih pakai handuk putih yang khusus dibelinya. Lalu sambil menunggu kutu kutu itu mati dan menempel di handuk, ibu saya bercerita dan kami merencanakan apa yang dilakukan selanjutnya sambil ketawa ketawa. Malamnya sampai sekarang saya bisa mengingatnya dengan jelas dan merasakan kelembutan tangan nenek saya yang menelusuri sehelai demi sehelai rambut saya sampai saya tertidur.. Menurut saya itu kenangan sangat indah!

Semoga Allah melapangkan kubur ibu dan nenek saya tercinta, dan melindungi beliau dari azab kubur.

Hehehe… sekali lagi ini memang bukan urusan saya. Hanya ingin berbagi kebingungan dan keprihatinan saja, kok semakin hari “common sense” atau akal sehat semakin menjauh dari sementara ibu ibu muda. Kekhawatiran satu lagi adalah : semua ini jangan jangan LUPUT dari perhatian sang ayah .. yah sudahlah…

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk