Budi Ashari: Jika Kurikulum Tidak Bermanfaat untuk Dunia dan Akhirat, Tinggalkan Saja

MuslimahZone.com – Saat ini berbagai macam lembaga pendidikan seperti menjamur di Indonesia, tentunya dengan berbagai motif dan tujuannya masing-masing. Ada yang berbasis bisnis dan ada pula yang dibangun dalam rangka memperbaiki sistem pendidikan yang ada saat ini.

Jika melihat dari sisi kurikulum yang digunakan dalam banyak lembaga pendidikan ini, baik negeri maupun swasta, ternyata masih jauh dari harapan untuk mencetak generasi unggul dengan pemahaman Islam yang baik yang sejalan juga dengan kemampuannya di berbagai bidang keilmuan untuk menghadapi arus kehidupan yang semakin ganas. Walaupun tidak juga bisa kita pungkiri ada lembaga-lembaga pendidikan dengan kurikulum yang memiliki tujuan ke arah penanaman Islam yang lebih baik.

Terkait kurikulum ini, Budi Ashari selaku pakar Parenting Nabawiyah mengatakan bahwa saat ini rentang sekolah sampai usia 22 tahun bukan dihabiskan mereka untuk kepentingan pendidikan, namun hanya untuk menyalurkan gejolak. Karena remaja dipersepsi penuh masalah, maka dibuatlah berbagai lembaga dan kegiatan untuk menyalurkan gejolak dan energi mereka ke arah yang positif.

“Silahkan hitung berapa lama kita menghabiskan usia sejak TK sampai kuliah? Apa yang sudah kita dapat dalam rentang waktu tersebut?” tanya Ustadz Budi Ashari di hadapan 130 peserta Pesantren Guru 2 di Kuttab Al Fatih, Depok, seperti dilansir islampos.

Menurutnya, bahkan pelajar sampai usia kuliah sekarang begitu banyak mempelajari hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan yang berujung pada kemubadziran.

Alumni Fakultas Hadist dan Dirosah Islamiyyah di Universitas Madinah ini mencontohkan kemubadziran dalam kurikulum pembelajaran bahasa. Fungsi belajar bahasa adalah untuk bicara, mengerti saat orang bicara, paham literatur, bisa menulis literatur. Belajarnya pun cukup setahun saja.

“Kenapa mesti berlama-lama seperti sekarang? Dari usia TK sampai kuliah belajar bahasa Inggris, tapi bisakah menggunakannya? Inilah kurikulum mubadzir,” tegasnya

Ia juga menekankan kepada para pendidik untuk memperhatikan kurikulum bagi anak-anak didiknya. Jangan sampai kurikulum membuang usia mereka sehingga menghasilkan prestasi yang tidak tepat

“Tanyakan pada diri apakah kurikulum itu bermanfaat untuk dunia dan akhirat? Jika tidak tinggalkan saja,” seru penulis Modul Panduan Kuttab Al Fatih  ini di hadapan perwakilan 65 lembaga pendidikan yang hadir dari Jabodetabek, Bandung, dan Lampung.

Ustadz Budi Ashari juga mengajak para peserta untuk menengok sejarah. Melihat bagaimana Zaid bin Tsabit mampu menguasai bahasa Ibrani hanya dalam 17 hari di usianya yang belia, 11 tahun. Beliaupun menerangkan bahwa sejarah juga mencatat “ALLAMAH”, yaitu ahli di berbagai bidang ilmu. “Karakter ilmu itu adalah holistik, menyeluruh. Maka menjadi ahli tidak hanya di satu bidang saja, tapi di segala bidang. Disebut ALLAMAH.“ jelasnya.

Ibnu Qoyyim, Ibnu Sina, Al Khawarizmi, dan lainnya, mereka itulah “ALLAMAH”. Tidak hanya pandai Al Qur’an dan Sunnah, tapi juga menguasai beberapa bidang ilmu pengetahuan sekaligus.

Dengan ini, seharusnya para pendidik muslim mulai menumbuhkan keyakinan dan keberanian untuk mengganti kurikulum yang tidak sesuai dengan Islam.

“Bahkan ada perumpamaan dalam Taurat dan Injil tentang generasi Rasulullah SAW: generasi Muhammad seperti pohon yang sangat rindang dan membuat kagum yang menanamnya, karena melebihi target yang diinginkan. Dan seharusnya ini menjadi panduan untuk kurikulum pendidikan kita.” Tutur ayah 4 anak ini.

(fauziya/muslimahzone.com)

Comments (2)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk