Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua

Muslimahzone.com – Kebiasaan muncul karena pembiasaan yang dilakukan sejak kecil. Proses pembentukan kebiasaan ini tentu penting apalagi kebiasaan yang memang diajarkan dalam Islam. Salah satu kebiasaan yang harus diajarkan kepada anak sejak kecil adalah meminta izin ketika akan memasuki kamar orangtuanya. Jangan meremehkan hal ini.

Berikut adalah pembahasan dari Dr Amir Faishol Fath, MA  yang dimuat dalam Majalah Ummi:

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

(QS An-Nur [24]: 58)

Allah swt ingin agar keluarga orang-orang beriman membawa keberkahan tidak saja bagi anggotanya tetapi juga bagi orang lain. Supaya keluarga Mukmin membawa makna bagi kehidupan, Allah swt mengajarkan akhlak mulia yang harus dimulai dari dalam rumah.

Yang dimaksud dengan akhlak mulia yaitu adab minta izin setiap akan masuk kamar anggota keluarga yang lain. Subhanallah, nampaknya sederhana, tapi justru dari sini tiga hal penting akan terbangun; pertama,hidupnya perasaan sensitif padapelanggaran aturan. Bahwa sekalipun di dalam rumah sendiri, bersama orangtua, atau kerabat dekat, bukan berarti bebas sebebasnya. Masih ada batasan yang harus dijaga.

Kedua,terjaganya kehormatan. Islam bukan sekadar aturan hidup jasmaniah, melainkan juga aturan moral untuk menjaga kehormatan manusia. Ini bedanya Islam dengan aturan yang dibuat manusia pada umumnya. Di Barat, kehidupan bisa dikatakan teratur, bersih, dan disiplin. Tetapi mereka  tidak punya aturan akhlaqiyah. Bagi mereka, tidak masalah membuka aurat di mana saja, bahkan melakukan zina di tempat-tempat terbuka.

Ketiga,terbangunnya rasa malu. Inilah yang menjaga akhlak mulia. Manusia dikatakan manusia ketika masih mempunyai rasa malu. Ketika rasa malu sudah tiada, maka yang tersisa hanya fisiknya,sementara hakikat kemanusiaannya sudah berubah jadi binatang. Islam diturunkan untuk menjaga manusia dan kemanusiaannya.

Dua Anggota

Dalam ayat ini Allah menyebutkan dua anggota keluarga yang harus minta izin. Pertama, budak, baik laki-laki maupun perempuan.Artinya, dalam Islambudakdianggap anggota keluarga.Dengan berbagai cara, Islam berusaha meminimalisasi perbudakan. Di antaranya dengan menganjurkan agar memerdekakan mereka atau dengan menjadikan tindakan memerdekakan budak sebagai tebusan atau penghapus dosa. Tetapi aturan mengenai budak masih ada. Sebab,bisa jadi,di masa depan manusia memberlakukan kembali cara-cara perbudakan. Seandainya itu terjadi, Islam sudah punya aturannya. Termasuk aturan bagaimana memperlakukan budak dalam kehidupan berumah tangga. Adapun pembantu bukan anggota tetap keluarga, melainkan hanya sekali waktu bergabung dalam keluarga, sesuai dengan kontrak kerja. Beda dengan budak yang sepenuhnya di tangan majikannya.

Kedua, anak-anak yang belum baligh. Anak-anak akan belajar dari apa yang biasa dia lihat di dalam rumah. Bila mereka sering melihat aurat orangtuanya sejak sebelum baligh, mereka akan melakukan hal yang sama setelah baligh. Allah swt ingin agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mulia. Sehingga kelak setelah baligh,mereka pun akan berakhlak mulia.Inilah rahasia mengapa anak-anak itu diberi pelajaran agar selalu minta izin setiap kali akan masuk ke kamar orang lain. Dari sini anak akan belajar membangun rasa malu dalam dirinya.

Dalam perintah minta izin liyasta’zdinkum pada ayat di atas ada huruf lam. Maksudnya lam alamri (lam perintah). Tujuan perintah tersebut adalah agar para orangtua mengajarkan semua anggota keluarga agar mengikuti aturan tersebut. Tapi pada hakikatnya perintah itu untuk budak dan anak-anak yang menjadi anggota rumah tangga. Jika anak-anak itu belum paham, maka tugas orang dewasa untuk mengajarkannya. Seperti dalam hadits Nabi saw,“Suruhlah anak-anakmu untuk menegakkan shalat pada usia tujuh tahun dan pukullah jika tidak mau shalat pada usia sepuluh tahun,” (HR Abu Dawud).

Jadi, pada hakikatnya anak-anak yang belum baligh tidak yang termasuk mendapatkan taklif atau pembebanan. Tetapi yang mendapatkan taklif adalah orangtua mereka untuk mengajarkan etika itu sebagai pendidikan sehingga mereka kelak mempunyai akhlak dan kebiasaan yang baik. Dengan pembiasaan ini,orangtua lebih mudah membimbing anak jika sudah dewasa.

Tiga Waktu Sensitif

Allah swt berfirman.“…tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu,” (QS An-Nur [24]: 58). Berdasarkan ayat ini jelas bahwa ada tiga waktu yang sangat sensitif di mana orangtua biasanya sedang dalam kondisi santai, melonggarkan pakaian, baik sedang melakukan hubungan suami istri atau sedang tidur.

Biasanya setiap orang merasa bebas membuka pakaian di dalam rumahnya, terlebih di kamarnya sendiri. Sebagaimana seorang anak merasa bebas keluar-masuk kamar orangtuanya, saudaranya, dan lain sebagainya. Karenanya Allah swt mengajarkan agar minimal dalam tiga waktu ini siapapun dari keluarga terdekat hendaklah minta izin. Maksudnya, minta izin dengan mengetuk pintu dan mengucapkan salam ketika masuk kamar. Adapun ketiga waktu itu adalah sebelum shalatSubuh, ketika menanggalkan pakaian luar di tengah hari, dan sesudah shalat Isya’.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk