Berpikir Cepat, Menguak Pujian Istri Kepada Suaminya

Muslimahzone.com – Ketika membaca kitab Sur’atul Badîhah, karya Syaikh Taqiyyuddin an Nabhani, kitab yang membahas tentang bagaimana berupaya meningkatkan kecepatan berpikir, dan cepat pula menarik kesimpulan dengan tepat, diceritakan bagaimana cepat, tepat dan tanggapnya seorang sahabat menghadapi kasus seorang wanita yang sekilas memuji suaminya padahal sebenarnya mengadukan suaminya.
Hanya saja disitu tidak dijelaskan siapa sahabat tersebut, dan bagaimana kelanjutan kisahnya, maka untuk mengobati rasa ingin tahu, setelah mencari… akhirnya dapatlah salah satu sumber kisah tersebut. Berikut ringkasan cerita tersebut dalam Bughyatut Thalab karya Ibnul Adim (w. 660 H).

***

Seorang wanita datang kepada amirul mukminin Umar bin Khattab dan berkata:

‘Wahai Amirul Mu’minin, sesungguhnya suamiku siang hari puasa dan malam hari shalat. Dan sesungguhnya aku dengan berat hati mengadukannya, ia menjalankan ketaatannya kepada Allah.’

Maka ‘Umar menjawab:

“Sebaik-baik suami adalah suamimu.”

Lalu berkali-kali perempuan tadi mengulangi perkataannya dan ‘Umar pun berkali-kali pula mengulang jawabannya. Hingga Ka’ab al-Asadi berkata kepada ‘Umar,

“Wahai Amirul Mu’minin, perempuan ini mengadukan suaminya karena menjauhnya suaminya dari dirinya dlm (urusan) ranjang.’

Lalu ‘Umar berkata:

“Sebagaimana engkau telah memahami ucapan wanita tersebut, maka putuskanlah perkara antara keduanya.”
Setelah suaminya dihadapkan, Ka’ab berkata kepadanya,

”Istrimu mengadukan engkau kepada Amirul Mukminin.” Dia bertanya,”Karena apa? Apakah karena tidak kuberi makan ataupun minum?” Ka’ab menjawab,”Tidak.”

Akhirnya wanita itu menjelaskan aduannya dengan sya’irnya:

Wahai hakim yang bijaksana,
Masjid telah melalaikan suamiku dari tempat tidurku
Beribadah membuatnya tidak membutuhkan ranjangku
Adililah perkara ini, wahai Ka’ab dan jangan kau tolak
Siang dan malam dia tidak pernah tidur
(tetapi) dalam hal mempergauli wanita, aku tidak memujinya
Suaminya menjawab dengan bersya’ir pula:

Aku Zuhud tidak mendatangi ranjang dan biliknya. Karena aku telah dibuat terpesona dengan apa yang telah turun. (Yaitu) dalam surat An Nahl dan tujuh surat yang panjang. Dan dalam Kitab Allah (membuat hatiku) sangat takut

Setelah mendengar ini, Ka’ab memutuskan dengan bersya’ir pula:

Dia memiliki hak atasmu, wahai lelaki. Jatahnya (satu dalam) empat hari bagi orang yang berakal. Berilah hak itu, dan tinggalkan cela yang ada padamu.

Kemudian Ka’ab berkata:

“Sesungguhnya ‘Allah Azza wa Jalla telah menghalalkan kamu menikah dua, tiga atau empat perempuan. Tiga malamnya menjadi hakmu untuk menyembah Tuhanmu. Dan satu malam menjadi hak istrimu”

Umar berkata:

“Demi Allah, aku tidak tahu, mana yang lebih menakjubkanku; apakah karena fahamnya engkau akan masalah mereka berdua, ataukah karena keputusan engkau atas mereka berdua, pergilah engkau aku telah mengangkat engkau menjadi Qadhi (hakim) di Bashrah” [Ibnul Adim (w. 660 H), Bughyatut Thalab juz 5 hal 2445[1]]

***

Kejadian diatas memberi pelajaran kepada kita bahwa memahami sesuatu itu lebih penting daripada memperbanyak ilmu dan menghafalnya, dan penting pula untuk bisa berupaya bagaimana cepat dalam memahami fakta, apalagi fakta politik yang memang sulit difahami. Bagaimana melatihnya? Diantaranya adalah dengan senantiasa melakukan proses berfikir; mengaitkan setiap ilmu yang dikaji dengan realitas yang ada, juga mencari hubungan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya… ini memang bukan aktivitas yang mudah, dan bagi orang yang malas berfikir tentu akan lebih mudah menuduh orang-orang yang cepat berfikirnya dengan ungkapan: “ah jangan su’udzon mas Ka’ab, lha jelas wanita tersebut memuji suaminya gitu kok dituduh melaporkan suaminya”. Dan mungkin pula setelah wanitanya menjelaskan duduk perkaranya, dia akan bilang: “wah pinter sampiyan mas Ka’ab, cocok jadi dukun/peramal”.

M. Taufik NT

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk