Berbeda Namun Dalam Cinta

Oleh : Felix Siauw

Muslimahzone.com – Para sahabat Rasulullah pernah bersitegang saat memahami satu hadits yang sama, “Jangan kalian shalat ashar kecuali di bani Quraizhah”, mereka punya pendekatan yang berbeda

Sebagian berpendapat tekstual, bahwa hanya boleh shalat ashar ketika sudah sampai di tempat bani Quraizhah, sebagian lagi kontekstual, maksud perintah Rasulullah agar bersegera

Yang sebagian berpendapat, sebab waktu ashar sudah hampir habis, maka shalatlah pada waktunya. Yang lain berpendapat, tidak, berpegang saja pada perintah Rasul saw yang sudah jelas

Akhirnya sirah mencatat, kaum Muslim terbagi dua, sebagian shalat ashar, sebagian lagi shalat asharnya setelah sampai di bani Quraizhah, dan itu sudah sampai tengah malam

Saat diadukan pada Rasulullah tentang siapa yang benar, mereka saling menuding pendapat yang lain, seraya memberikan dalil untuk memperkuat pendapatnya, menanti keputusan Rasulullah

Jawab Rasulullah tidak mereka duga, “Laa haraj (tiada keberatan)”, Rasulullah saw membenarkan mereka berdua. Sebab mengapa? Sebab perbedaan itu masih dalam koridor Islam, sebab cinta

Kita pun sering berselisih paham sebab cinta, silang pendapat sebab cinta, walau agak keras dan panas, walau nyinyir dan sindir, tapi kesemuanya dibungkus sebab mencintai agama

Terkait menegakkan Islam, ada pendapat dakwah melalui parlemen, ada pula di luar parlemen, ada pula yang dari tauhid, ada lagi yang dari akhlak, pendekatan yang berbeda tapi sebab cinta

Terkait penista agama, ada yang berpendapat do’akan saja ke Allah, ada yang berpendapat harus ikut aksi, ini karena cinta. Yang keluar dari koridor Islam, yang membela dan mendukung penista agama

Terkait krisis Aleppo, ada yang berharap pada negeri-negeri Muslim di sekitarnya, ada pendapat Khilafah solusinya, ini pun sebab cinta. Yang di luar koridor Islam, yang mendukung Bashar Asad dan Iran

Mungkin kita lebih perlu merenung dan terus menerus merasakan, berprasangka baik pada saudara kita, menghargai tiap-tiap kebaikan sekecil apapun, melihat yang terbaik dari sesuatu

Lalu memahami perkara kebangkitan bukanlah sesuatu yang bisa kita emban sendiri, juga tidak bisa diemban kelompok kita, kita memerlukan teman sebanyak mungkin, ukhuwah Islam

Maka tahan lisan kecuali untuk kebaikan, bila punya pendapat berbeda sebab cinta tak mengapa, sah saja, bisa jadi saat kita menjumpai Rasulullah, jawabnya “Laa haraj”

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk