Berbakti adalah Masalah Sederhana

Muslimahzone.com – Berbakti adalah urusan yang menuntut banyak pengorbanan. Akan tetapi berbakti bukanlah urusan-urusan yang berat dan menyusahkan. Meskipun terkadang pengorbanan terasa begitu besar. Berbakti kepada orangtua dan suami bukanlah urusan yang menyebabkan tubuh terluka atau berdarah-darah. Pada faktanya, urusan berbakti adalah urusan seputar perangai dan pelayanan yang sederhana. Hanya saja ia merupakan wujud dari komitmen dan cinta.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Maukah aku beritahu kepadamu sebaik-baik simpanan seseorang? Ia adalah istri yang salehah. Bila suami memandangnya ia menyenangkan, bila suami memerintah ia taat dan bila suami tidak ada ia menjaga kehormatannya.” (HR Abu Dawud)

Begitulah istri yang baik dan berbakti. Seorang istri tidak perlu menyambut suaminya dengan pergi ke salon terlebih dahulu. Tidak perlu memasak makanan sekelas restoran atau hotel berbintang. Ia hanya cukup berpakaian rapih dan tersenyum. Bolehlah ia mandi dan menggunakan parfum. Kemudian, sediakan air minum yang biasa ketika suami datang. Mungkin saja sekedar air putih untuk menyegarkan. Boleh juga menyeduhkan teh, susu atau kopi.

Fatimah RA pernah mendapatkan petuah dari ayahnya. “Wahai Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suamnya, janggutnya, memotongkan kumis, dan menggunting kukunya, maka Allah SWT memberinya minum dari air surga yang mengalir di sungai-sungainya dan diringankan kuburnya menjadi sebuah taman yang indah dan taman-taman surga.”

Lagi-lagi berbakti hanyalah urusan membantu memasangkan kancing kemeja suami dan memasangkan dasi atau membawakan sepatu. Berbakti hanyalah mencium tangan suami dan melambaikan tangan sambil menjawab salam.

Pelayanan dalam hal-hal seperti ini terkadang dipandang sepele. Malah akan terasa merepotkan jika dilakukan secara terpaksa dan tanpa keikhlasan. Akan tetapi, seorang istri yang mencintai suaminya melakukannya dengan senang hati. Pasangan suami-istri adalah pasangan hidup di dunia dan di akhirat. Ikatan diantara mereka adalah tali agama dan hukum. Apabila ia memang masih merasa berat untuk melakukan hal-hal yang sederhana ini, maka ia  harus ingat bahwa dirinya mencintai Rabb suaminya. (esqiel/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk