Bentangkan Tali Allah pada Anak Kita

Muslimahzone.com – Baru-baru ini Polri membongkar praktik prostitusi kaum homoseksual secara  online yang melibatkan anak-anak.

Sekejap, berita semacam di atas mendadak viral belakangan ini. Hal itu dipicu oleh terbongkarnya praktik amoral yang menimpa korban anak-anak.

Mengerikan sekaligus mimpi buruk bagi setiap keluarga dan para orang tua. Pelacuran yang dulu hanya identik dilakukan oleh orang dewasa tak beradab, kini sudah mulai menyasar anak-anak sebagai korbannya.

“Kita harus garis bawahi bahwa anak-anak itu harus dilindungi,” kata Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, seperti dilansir laman berita detik.com, beberapa saat usai kejadian.

Sebagai orang tua rasanya miris membayangkan segala kejadian yang makin tak terkendali tersebut.

Satu pertanyaan yang menggelayut, apakah orang tua merasa cukup aman dengan janji aparat kepolisian bahwa anak-anak dilindungi oleh Negara?

Apakah kita harus menunggu korban lain berjatuhan lagi?

Diakui atau tidak, kini ada upaya massif yang terencana untuk merusak moral anak-anak. Bahkan mungkin upaya itu lebih besar dibanding pengorbanan merawat dan melindungi mereka.

Sebut saja tontonan dan hiburan yang tak mendidik, makanan yang tidak menyehatkan, hingga berbagai ragam game dan mode fashion. Belum lagi buku-buku ‘bacaan jahat’ yang siap menerkam otak dan pikiran anak-anak.

Dengan fakta di atas, lalu dimana bentuk perlindungan yang disebutkan? Apakah semua orang tua bisa mengandalkan semua ini?

Sungguh berat hidup di zaman fitah ini. Jika tanpa agama, mungkin tak banyak orang sanggup bertahan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) pernah berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا …

“… Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali agama Allah wahai semua manusia…” (QS: Ali imran [3]: 103).

Disebutkan dalam Sunan at-Tirmidzi, yang dimaksud tali Allah ialah al-Quran. Al-Qur’an digambarkan sebagai tali Allah yang kokoh. Peringatan yang sarat dengan kebijaksanaan, serta jalan yang lurus bagi yang menapakinya.

Untuk itu hendaknya setiap orang tua berpegang teguh dengan al-Qur’an, termasuk dalam penjagaan anak-anak dengan mengajarkan al-Qur’an.

Pertanyaannya, bagaimana al-Qur’an tersebut bisa menjaga dan memberi perlindungan kepada anak-anak dan anggota keluarga?

Atau bagaimana al-Qur’an menjadi tali pegangan yang menolong keluarga yang sedang dilanda arus deras berupa kehidupan modern ini?

Selanjutnya, di antara yang bisa dilakukan adalah membiasakan anak membaca wirid pagi-sore atau setiap petang sebelum tidur malam.

Bagi orang beriman, bacaan-bacaan tertentu yang dibiasakan itu diyakini sanggup menjadi tameng dari pengaruh bisikan jahat jin dan manusia.

Sebut misalnya, membiasakan membaca ayat al-Kursi, Surah al-Ikhlash, Surah al-Falaq, Surah an-Nas, dan beberapa bacaan doa lainnya.

Untuk langkah pertama, setiap orang tua membacakan ayat-ayat tersebut untuk ditirukan oleh anak-anak di rumah atau di sekolah.

Diupayakan, setelah terbiasa dan sudah hafal, mereka dianjurkan untuk membaca dan berdoa sendiri rutin di waktu-waktu yang disunnahkan itu

Hal ini penting sebab diyakini, perilaku-perilaku penyakit menyimpang seperti lesbian, Gay (homoseksual), Biseksual dan Transgender (LGBT) dan yang semacamnya tak lain merupakan bisikan-bisikan jahat dari golongan jin dan manusia.

Allah berfirman:

ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (٦)

“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari jin dan manusia.” (Surat An-Nas [114]: 5-6).

Awalnya, bisikan-bisikan itu mungkin membuat anak-anak takut dan khawatir. Namun kelamaan membuat mereka menikmati dan menjadi biasa, bahkan ketagihan.

Terakhir, mari bentangkan tali Allah dalam diri anak dan keluarga. Jika bukan orang tua yang peduli, lalu siapa lagi?

Jika bukan kepada al-Qur’an dan sunnah Nabi, lalu kemana tali penolong itu hendak dicari?

(hidayatullah/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga