Benarkah Revisi Usia Nikah Menjadi Solusi?

Muslimahzone.com – Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH. Ahmad Satori Ismail mengatakan, dalam ajaran agama Islam bila seorang laki-laki ataupun perempuan sudah baligh maka diperbolehkan untuk menikah. Hal tersebut untuk menghindari perbuatan zina, seks bebas ataupun hamil di luar nikah.

“Bila sudah baligh, segeralah menikah namun harus diperhitungkan dengan baik,” kata Satori seperti dilansir ROL, Selasa (2/12).

Satori menambahkan, batas usia menikah juga harus diperhatikan. Menurutnya, bagi perempuan menikah di usia 15 tahun sudah diperbolehkan mengingat tahap baligh yang dialami oleh mereka sangat cepat dibandingkan laki-laki.  “Namun sebelum menikah mereka juga harus mendapatkan pendidikan yang khusus untuk membina rumah tangga,” ujar Satori.

Untuk laki-laki, Satori menilai lebih baik menikah dalam usia yang ideal dan juga telah mengenyam pendidikan yang tinggi. Ia berasalan laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mengatur sebuah rumah tangga. Namun, bila ada revisi untuk batas usia menikah menurutnya sah-sah saja bila demi kebaikan generasi penerus bangsa.

“Bila memang itu baik, maka silahkan direvisi,” kata Satori. Satori juga berharap ada pertimbangan yang matang sebelum menikah agar kehidupan setelahnya dapat lebih baik.

Sebelumnya, terdapat pengajuan untuk pengujian UU Perkawinan yang mengatur batas usia nikah perempuan. Pengajuan itu dilakukan oleh Indri Oktaviani, F.R. Yohana Tantiana W., Dini Anitasari, Sa’baniah, Hidayatut Thoyyibah, Ramadhaniati, dan Yayasan Pemantau Hak Anak (YPHA). Mereka mengajukan uji materi Pasal 7 Ayat (1) yang berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun.”

Pasal 7 Ayat (2) berbunyi, “Dalam hal penyimpangan dalam ayat (1) pasal ini dapat minta dispensasi kepada Pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita.” Pemohon berpendapat bahwa aturan tersebut telah melahirkan banyak praktik perkawinan anak, khususnya anak perempuan, mengakibatkan perampasan hak-hak anak, terutama hak untuk tumbuh dan berkembang. Mereka mengacu pada Pasal 28 B dan Pasal 28 C Ayat (1) UUD 1945.

Komentar:

Hal ini tentunya juga mengandung dilema. Pasalnya anak perempuan usia 16 tahun saat ini sudah terlihat begitu matang. Mereka tidak bisa lagi dikatakan anak-anak. Benarkah revisi tersebut menjadi solusi? Bukankah yang terjadi malah pergaulan bebas seperti pacaran semakin merajalela bahkan dilegalisasi akibatnya banyak kasus remaja hamil di luar nikah bahkan kasus aborsi juga meningkat.

Itulah pentingnya penanaman akidah Islam yang kuat pada anak sejak dini agar ketika mereka memasuki usia baligh mereka tidak terjebak pada arus pergaulan bebas. Jika sudah dibekali persiapan yang matang, kapanpun usia mereka selama sudah baligh sebenarnya tidak ada masalah untuk menikah.

Begitu juga dengan peran pemerintah yang harusnya terus melawan arus liberalisasi yang masuk melalui budaya Barat yang akibatnya juga akan merugikan generasi itu sendiri. Jika generasi mudanya sudah rusak siapa yang akan mewarisi kepemimpinan selanjutnya? Apalagi kepemimpinan yang kita harapkan adalah kepemimpinan tangguh layaknya di masa kejayaan Islam.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Ustadz Abdul Somad : Mengapa Allah Menyisakan Kaum Yahudi?
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk