Beliau Membuat Sahabat Merasa Paling Dicintai

Muslimahzone.com – Dalam berinteraksi dengan para sahabatnya, Rasulullah memberikan perhatian yang begitu besar. Sehingga beliau selalu menghadapkan wajah beliau kepada setiap orang yang duduk bersamanya. Dengan begitu, hadits, kelembutan, dan keberadaan beliau terasa hangat di hati orang-orang yang duduk bersama beliau.

Karena demikian hangatnya, hal ini menjadikan setiap sahabat merasa sebagai orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasssalam. Perasaan ini sebagaimana yang dialami oleh sahabat Amru bin Ash ketika duduk di samping Rasulullah . Ia melihat keceriaan, kegembiraan, dan kebahagiaan saat menyambutnya dengan hangat. Ia mengira bahwa ialah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasssalam. Untuk meyakinkannya, maka ia bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling Anda cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” Ia bertanya lagi, “Yang aku maksud siapakah orang yang paling Anda cintai dari kalangan laki-laki?” Beliau menjawab, “Ayahku.” Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Umar.” Ia bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Dan begitulah seterusnya, beliau menyebutkan sekitar dua puluh nama hingga Sahabat Amru bin Ash terdiam. Dan dalam diamnya ia mengatakan dalam hati, “Akulah yang kedua puluh satu.”

Begitu juga sikap beliau terhadap sahabat-sahabat yang lain. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasssalam menghargai dan menempatkan seseorang pada tempat yang sesuai di tengah-tengah kaumnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasssalam juga telah bersabda, yang artinya:

Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua, tidak menyayangi yang kecil, dan tidak mengetahui hak orang alim di antara kami.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Disadari atau tidak, setiap manusia memiliki sebuah kebutuhan akan ‘penghargaan’. Kebutuhan inilah yang mendorong sebagian orang rela meninggalkan pekerjaan mereka sekalipun telah mendapatkan gaji yang lumayan tinggi. Mereka rela berpindah ke pekerjaan lainnya yang barangkali mempunyai kesulitan yang lebih besar. Hal itu terjadi hanya karena satu sebab, yaitu karena ia mendapatkan peran dan penghargaan yang tepat terhadap pekerjaan yang dilakukannya.

Sumber: Buku ‘Jatuh Cinta dalam 1 Detik’ karya Athif Abul ‘Id

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Memurnikan Keikhlasan
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Tips Menjalani LDM Bagi Suami Isteri
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk