Belajar Qonaah dari Kesederhanaan Hidup Rasulullah SAW

Muslimahzone.com – Seseorang yang memiliki sikap qanaah akan menerima dengan ikhlas semua pemberian Allah SWT. Dan senantiasa yakin dan berprasangka baik bahwa Allah telah memberikan kenikmatan sesuai ukuran kebutuhan kita. Oleh karena itu, ia akan selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Bersifat qanaah berarti menerima ketentuan Allah dengan sabar, dan menarik diri daripada kecintaan kepada dunia. Iman, kesederhanaan dan qanaah adalah sesuatu yang tidak boleh dipisahkan. Seorang mukmin akan bersikap sederhana dalam hidupnya, dan kesederhanaan itu ditunjukkan dalam sifat qanaahnya.

Mari kita lihat kesederhanaan hidup Rasulullah SAW. Kehidupan Nabi Muhammad SAW sangat sederhana. Dikisahkan pada suatu hari Rasulullah saw sedang beristirahat di rumahnya sambil berbaring di atas tikar yang dibuat dari daun-daun tamar (kurma). Tiba-tiba, seorang sahabatnya yang bernama Ibn Mas`ud datang mengunjungi Rasulullah SAW. Karena pada saat itu Rasulullah tidak memakai baju, maka Ibn Mas`ud melihat bekas anyaman tikar itu melekat di tubuh Rasulullah saw. Melihat keadaan yang demikian, Ibn Mas`ud bersedih dan meneteskan air mata. Beliau berkata di dalam hatinya: Tidak patut seorang kekasih Allah, seorang pemimpin negara dan seorang panglima tentara hidup dengan cara demikian.

Ibn Mas`ud pun berkata: “Ya Rasulullah, bolehkah saya membawakan tilam ke sini untuk Tuan?”
Rasulullah menjawab, “Wahai Ibn Mas`ud, apalah arti kesenangan hidup di dunia ini bagiku. Hidup di dunia ini bagiku bagaikan seorang musafir dalam perjalanan jauh, lalu dia singgah sebentar berteduh di bawah pohon kayu yang rindang untuk berehat. Kemudian dia harus berangkat meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanan yang sangat jauh dan tidak berpenghujung.”

Dalam suatu peristiwa lainnya, ketika Rasulullah menikahkan puterinya, Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib. Pada masa itu Rasulullah menjemput Abu Bakar, Umar dan Usamah untuk membawakan ‘persiapan’ Fatimah. Mereka tertanya-tanya apakah yang disiapkan oleh Rasulullah untuk puteri tercinta dan menantunya yang tersayang itu? Ternyata, Rasulullah hanya menyiapkan gandum yang telah digiling, kulit binatang yang disamak, cerek dan sebiji pinggan. Ketika mengetahui hal itu, Abu Bakar menangis.

“Ya, Rasulullah, hanya inikah persiapan untuk Fatimah?” tanya Abu Bakar tersedu-sedan.

“Ini sudah cukup bagi orang yang berada di dunia,” jawab Rasulullah menenangkannya. Kemudian Fatimah keluar dari rumah dengan memakai pakaian pengantin yang cukup bagus, tetapi mempunyai 12 tambalan. Tiada perhiasan yang berharga mahal.

Setelah menikah, Fatimah senantiasa menggiling gandum, membaca al-Quran, menafsirkan kitab suci dengan hatinya, dan menangis. Itulah sebagian dari kemuliaan diri Fatimah. Walimah pernikahan puteri Rasulullah itu memang sederhana karena kesederhanaan adalah sebagian kehidupan Rasulullah sendiri. Rasulullah ingin menunjukkan kesederhanaan dan sifat qanaah (puas hati), yang merupakan kekayaan yang hakiki. Dan bersikap iffah dari segala kekurangan untuk tidak meminta-minta.

Rasulullah pernah bersabda: “Kekayaan yang hakiki adalah kekayaan iman dan dicerminkan dalam sifat qanaah”. Seandainya setiap muslim mengaplikasikan sikap qonaah dalam kehidupannya, maka niscaya akan menyelamatkan kehidupannya dari tindak korupsi, terbelit hutang yang tidak berkesudahan dan bersikap mubazir. Juga tidak akan berat dalam beramal shaleh dengan rizki yang dia dapatkan.

Sikap qanaah bukan berarti bersikap putus asa dalam mencari rizki Allah SWT. Manusia harus tetap berusaha mencari rizki Allah dengan cara-cara yang baik sesuai dengan kemampuannya dengan cara-cara yang halal. Apapun hasil dari usaha itu harus diterima dengan lapang dada seraya berserah diri kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam bish shawab.

(ummi-online/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk