Babak Final Perjuangan Islam

Oleh: Ibnu Aziz Fathoni

Muslimahzone.com – Sudah menjadi sunatullah bahwa haq dan batil akan terus berseteru. benar dan salah akan saling berhadapan. Sejarah mencatatnya dengan beragam kisah dan karakter yang bermacam-macam. Di mesir ada sosok Tiran Firaun dan Nabi Musa, di sekitar libanon ada Raja Namruz dan Nabi Ibrahim, di jazirah Arab ada sosok Abu Jahal – Abu Lahab dan sosok Rasulullah Muhammad SAW. Selayaknya kita merenungkan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai pelajaran. Sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam Al Quran :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ [يوسف/111

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS Yusuf 111)

Memang mudah bagi kita untuk menilai, menentukan sikap dan dukungan atau keberpihakan dari kisah-kisah diatas. Sebut saja ketika ditanya, “Anda akan memihak siapa, Firaun atau Musa?”, ‘pasti’ kita akan memihak Nabi Musa AS!. “Mendukung Raja Namruz atau Nabi Ibrahim?”, ‘yakin’ jawabnya mendukung Nabi Ibrahim. “Akan memilih siapa anda, Abu Jahal atau Muhammad SAW?“. Jawabnya ‘tentu’ memilih sosok Muhammad SAW. Ya semuanya akan terasa mudah ketika Haq dan Batil dipersepsikan semudah membedakan warna Putih dan Hitam. Pasti tidak sulit untuk memihak Kebenaran atau Kejahatan saat keduanya diumpamakan semudah memihak sosok Preman/penjahat atau Pak Polisi.

Kesulitan akan muncul ketika Hak dan Batil, Benar dan Salah, Kema’rufan dan Kemaksiyatan sulit untuk dibedakan. Koq bisa? tentu saja bisa. Persis seperti ketika kita diminta harus membedakan warna dalam kegelapan malam, tentulah akan sulit. Seperti itulah kondisi saat ini, ketika haq dan batil sulit dibedakan karena diselimuti asap yang pekat, kondisi ini persis seperti yang Rasul Muhammad SAW sabdakan :

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits ini menjelaskan akan datangnya sanawat (tahun-tahun), jamak dari sanah (tahun), yang disifati dengan sifat khadda’at (penuh kebohongan), jamak dari khadda’. Namun, yang menarik, Nabi menggunakan sifat khadda’at, dengan syiddah pada huruf Dal, yang merupakan bentuk Mubalaghah (klimaks). Bukan khada’, tanpa syiddah. Ini berbeda maknanya. Khada’, tanpa syiddah pada huruf Dal, maknanya bohong 1 kali. Tetapi, khadda’ dengan syiddah pada huruf Dal, yang merupakan bentuk Mubalaghah, maknanya bukan hanya bohong sekali, tetapi berkali-kali. Karena itu bisa diartikan dengan penuh kebohongan. Jadi, yang dimaksud oleh hadits Nabi di atas adalah, “akan datang tahun-tahun penuh kebohongan”.

Inilah yang dimaksud oleh hadits ini. Dalam riwayat lain, Nabi menyatakan:

إن بين يدي الساعة سنين خداعة

Sebelum Hari Kiamat akan ada tahun-tahun penuh kebohongan.” (Hr. al-Bazzar, Musnad al-Bazzar, VII/174)

Dalam riwayat lain, Nabi menyatakan:

يَكُونُ أَمَامَ الدَّجَّالِ سِنُونَ خَوَادِعٌ

Sebelum datangnya Dajjal akan ada tahun-tahun kebohongan.” (Hr. at-Thabari, al-Mu’jam al-Kabir, XII/438)

Jika hadits ini diterapkan dalam konteks zaman kita hidup sekarang, di era modern yang sangat mencengangkan ini, maka akan sangat bersesuaian sekali. Misal Kita dibuat bingung karena yang Haq akan bungkus baju kebatilan, Kebatilan dipulas warna-warni Kebaikan. Pejuang dilabeli Pengkhianat, para Penjilat dan pendusta disematkan kepadanya predikat Pahlawan persis sebagaimana sabda Rasulullah SAW diatas.

Penulis tidak mengajak untuk berfrustasi saat menemui zaman seperti ini. Justru ketika kondisi seperti ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesungguhan dalam menuntut ilmu, beramal dan berjuang. Ingatlah bahwa akhir dunia akan ditutup dengan kemenangan Islam sekali lagi. Sebagaimana hadist Nabi SAW :

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).

Lima zaman yang dimaksudkan hadits ini adalah pertama zaman Kenabian, kedua zaman Khilafah dengan metode kenabian, ketiga zaman mulkan ‘aadhan (kekuasaan mengigit/kerajaan, keempat zaman mulkan jabriyah (kekuasaan diktator/otoriter) dan kelima zaman Khilafah dengan metode kenabian. Dengan mempelajari sejarah dan mengamati realias politik zaman ini maka rasanya cocok dikatakan zaman kita sekarang adalah dengan zaman keempat : mulkan jabriyah, sejalan dengan pendapat ulama modern asal trinidad Sheikh Imran N. Hosein dalam paparan-paparannya tentang akhir zaman di youtube.

Bagi Penulis, keluarnya Perppu no 2 tahun 2017 yang dikeluarkan presiden Jokowi sebagai ‘penyempurna’ UU ormas no 17 tahun 2013 adalah pertanda jelas rezim yang tengah berkuasa di Indonesia ini adalah rezim Diktator dan Otoriter. ditambah lagi ketika tanggal 19 Juli 2017 kemari rezim ini membubarkan organisasi dakwah Hizbut Tahrir yang selama ini lantang melawan para penguasa pengusung NeoKapitalisme dan NeoLiberalisme. Maka terang benderang sudah dimata saya bahwa zaman keempat (Mulkan Jabriyah/Diktator) tengah kita jalani saat ini. Bersiaplah di negeri ini akan terjadi dimana penyeru kebaikan, kemakrufan, penyeru dakwah Islam akan dilenyapkan secara sewenang-wenang!

Zaman Kediktatoran ini sebagaimana paparan sejarah di awal pembahasan, akan sangat berat dilalui, penuh fitnah dan cobaan bagi para pejuang Islam. Sesuai apa yang Allah SWT firmankan dalam Al Quran :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al Baqarah: 214)

Sungguh fase berat ini memang sunatullahnya harus dilalui oleh para pejuang Islam yang mendambakan kehormatan di hadapan ummat Islam dan kemulyaan di hadapan Allah SWT. Karena fase ini hanyalah tahapan seleksi untuk mendapatkan pejuangan yang ikhlas karena Allah SWT, pejuang yang teguh berkomitmen untuk Islam tanpa takut rintangan dan cobaan dari para diktator yang menjegal Islam. Pejuang yang layak mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

Wahai para pejuang Islam, seyogyanya setelah kesulitan ini ada kemudahan, setelah “kekalahan ini” ada kemenangan besar yang menanti sebagaimana janji-Nya :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرً

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Al Insyirah 5-6)

Ingatlah zaman kediktatoran akan segera berakhir, berganti dengan era kebaikan, era keadilan, era Islam, era yang dijanjikan yaitu Khilafah Rasyidah yang bersandar pada manhaj kenabian! Inilah “piala” di dunia dari Allah SWT bagi mereka yang lolos babak final perjuangan Islam di Akhir Zaman. Tentu “hadiah” terbaik dari-Nya adalah kebaikan akhirat yang tiada taranya. Yakinlah Saudaraku !

Ya Robb… Masukkan Aku pada barisan pemenang ini. Amiin

(Catatan perjalanan di KA banjar – solo, dalam rangka mengantarkan anak ke pondok, 20 Jul 2017)

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk