Apakah Suami Anda Seorang Narsisis? 8 Tanda Narsisme

MuslimahZone.com – Dalam pernikahan, kedua belah pihak perlu melakukan upaya, berkomitmen, dan menghormati sebuah ikatan agar saling membahagiakan dan mengasihi satu satu sama lain. Ketika kedua pasangan secara emosional seimbang dan hubungan dinamis sehat, hal ini dapat membuat pernikahan menyenangkan dan sukses dalam jangka panjang. Sayangnya, ada kasus di mana hubungan dinamis yang sehat hampir tidak mungkin untuk dicapai karena gangguan kepribadian. Gangguan ini mempengaruhi pemikiran dan perilaku seseorang sedemikian rupa sehingga hubungan interpersonal sangat sering terkena dampak negatif.
Sebuah gangguan kepribadian yang umumnya sangat merusak dalam hubungan adalah narsisme, dan lebih sering didiagnosis pada pria.

Gangguan kepribadian narsisistik (Narcissistic Personality Disorder­ atau NPD) adalah gangguan kepribadian yang didefinisikan oleh Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders, yaitu sistem klasifikasi diagnostik yang digunakan di Amerika Serikat, sebagai,
“Pola meresapi kebesaran, kebutuhan untuk dikagumi, dan kurangnya empati.”

Narsisis ini digambarkan dengan sikap terlalu sibuk dengan masalah kepentingan pribadi, kekuasaan, dan gengsi. Gangguan kepribadian narsistik terkait erat dengan mementingkan diri sendiri.

Jika Anda menemukan diri Anda sering bingung atau terluka oleh tindakan suami Anda dan tidak ada yang tampaknya berubah, mungkin saja hal itu adalah narsisme. Sementara itu, hanya yang berlisensi profesional kesehatan mental yang dapat mendiagnosa gangguan kepribadian.Karena itu, akan sangat membantu untuk mengetahui tanda-tanda narsisme. Berikut adalah 8 indikator bahwa suami Anda mungkin seorang narsisis:

  1. Pasangan Anda menampilkan kurangnya empati terhadap orang lain. Ini berarti bahwa ia tidak menempatkan dirinya pada posisi orang lain, dan tidak mengidentifikasi dengan benar terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Hal ini sering menyebabkan perbuatan yang hanya melayani diri dan perasaannya.
  2. Suami Anda memiliki gagasan tentang dirinya yang megah  danmemegang harga dirinya sangat tinggi. Ini berarti ia tidak memiliki ego yang sehat, tetapi mengalami inflasi  dan melebih-lebihkan prestasi melampaui ukuran yang benar.
  3. Suami Anda mengadopsi sikap yang unggul, sombong atau angkuh terhadap orang lain. Dia mungkin merasa memiliki hak lebih dan mengharapkan perlakuan istimewa dari orang di sekitarnya.
  4. Karena perasaan menjadi unggul dan”spesial”, suami Anda mungkin juga berharap untuk berhubungan dengan orang “spesial” lainnya dan/atau lembaga.
  5. Suami Anda mungkin memerlukan dan mengejar kekaguman secara berlebihan. Hal ini seolah menjadi obat untuk sifat narsisnya, semua upaya diarahkan untuk mendapatkan”suplai narsis” ini dari apa pun sumber yang tersedia dan disukainya.Baik melalui penaklukan seksual, kerja atau kemajuan akademik, seorang narsisis fokus pada mendapatkan pengakuan dari orang lain.
  6. Kecemburuan bisa menjadi emosi yang sering diungkapkan. Suami Anda merasa terancam oleh keberhasilan orang lain dan bahkan bisa menjadi marah pada pikiran bahwa ada orang lain yang lebih menarik perhatian darinya.
  7. Perilaku eksploitatif yang umum, misalnya suami Anda mungkin tidak akan ragu menginjak orang lain untuk mencapai tujuan dan agendanya.
  8. Pasangan Anda mungkin berpikir terkait berbagai hal dengan cara yang ideal, berfantasi secara luas tentang cinta yang “ideal”, kecantikan, dan/atau kekuasaan. Anda mungkin memiliki pengalaman yang tidak beruntung ketika posisi Anda di bawah kriteria pasangan yang ideal untuknya, kemudian Anda kehilangan nilai dan benar-benar tidak berharga lalu diberhentikan atau dibuang.

Oleh: Gen Wright (Idealmuslimah.com)

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Ustadz Abdul Somad : Mengapa Allah Menyisakan Kaum Yahudi?
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk