Apa yang Kita Cari dalam Pernikahan? (Bag 2)

MuslimahZone.com – Berkah itu kata para ulama ahli bahasa bermakna 3 setidaknya,

1. Tetap, berkekal

2. Tumbuh dan berkembang

3. Kebahagiaan

Hidup tidak sekedar hanya sampai ketika kita kakek nenek. Demikian juga do’a yang bahkan menyebut ‘semoga langgeng dunia akhirat’ terasa tak cukup sebab ada yang langgeng dunia akhirat juga tetapi kekal di dalam kemurkaan Allah subhanahu wata’ala seperti tentang Abu Lahab dan Ummu Jamil istrinya.

Maka do’a ini adalah sebaik-sebaik-baik do’a yang perlu kita ketengahkan di masyarakat kita. Kita tularkan untuk banyak diucapkan oleh siapapun yang hadir dalam walimah pernikahan.

Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoiir.

Semoga Allah memberikan berkah padamu. Semoga Allah memberikan berkah atasmu. Semoga Allah menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.

Sesungguhnya hidup seorang manusia, Allah subhanahu wata’ala sudah sumpahkan, akan diberikan ujian berupa kekurangan, kehilangan, rasa lapar, rasa takut dan itu semua Allah ungkapkan dalam Al Qur’an, untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang sabar,  bahwa Allah pasti menimpakan musibah itu.

Maka ini sesuatu yang niscaya, sesuatu yang pasti akan terjadi sehingga cerita di dalam dongeng barat, yang selalu diakhiri dengan pangeran dan putri menikah dan mereka hidup bahagia selama-lamanya perlu kita revisi ketika dibacakan kepada anak-anak kita. Misalnya,pangeran dan putri menikah, mereka kadang-kadang mendapat nikmat lalu bersyukur, kadang-kadang mendapat musibah lalu bersabar, hidup taat, lagi istiqamah baru mereka kemudian berada di dalam kehidupan bahagia selama-lamanya di sisi Allah subhanahu wata’ala di dalam ridha dan surga Nya.

Rasulullah saw menyatakan, menakjubkan urusan orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan. Dan itu tidak terjadi kecuali kepada orang yang beriman. Sebab iman itu yang menetap di dalam hatinya membuat dia mampu bersifat yang paling tepat atas semua keadaan yang menimpa dirinya.

Dalam kehidupan pernikahan, kita juga menginginkan yang demikian. Ada iman yang terus ada yang membuat kita mampu untuk bersikap setepat-tepatnya dalam keridhaan Allah atas apapun yang terjadi baik itu nikmat atau musibah.

Sebab ada nikmat di kehidupan pernikahan yang bukan mendekatkan kepada Allah tetapi menjauhkan.

Ada pasangan yang masih sama-sama berjuang secara ekonomi masih harus sama-sama prihatin.  Mereka rukun, tenteram.  Mereka damai kehidupan pernikahannya. Tetapi begitu kesejahteraannya meningkat, pendapatan sang suami meninggi, godaan-godaan datang dan mereka tidak mampu untuk bersikap dengan tepat sehingga yang terjadi bertambahnya kemakmuran tidak menjadi bertambahnya kebaikan dunia maupun akhirat.

Demikian pula sebaliknya, ada keadaan-keadaan musibah yang menjauhkan dari Allah, yang membuat kita jauh dari Allah. Putus asa, ingkar kepada Allah, buruk sangka kepada Allah.

Ada pasangan yang dalam keadaan nikah, mapan, mereka taat kepada Allah.  Ketika diguncang oleh Allah, Naudzubillah, dengan musibah-musibah, lalu mereka berpaling dari Allah subhanahu wata’ala.

Ada juga yang demikian. Maka do’a Rasulullah saw yang demikian tadi memagari kita supaya kita berkah di dalam kebaikan yang hadir berupa nikmat, kita tetap baik. Menjadi hamba yang pandai bersyukur. Dan si dalam keadaan musibah, kitkinita tetap baik. Menjadi hamba yang bersabar. Saling menguatkan, saling mengokohkan, sebagaimana di dalam nikmat ada suami istri yang dengan nikmat-nikmat yang dikaruniakan Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan. Berlomba bersedekah bagi sesama.  Berlomba membangunkan dalam qiyamul lail. Berlomba untuk beramal shalih.  Yang demikian itu indah.

Tetapi ada juga yang tidak kalah indah. Bagaimana dia dalam musibah, suami dan istri semakin erat berpegang tangan. Bertaut hati. Semakin kuat mengabdi kepada Allah justru karena musibah-musibah yang hadir kepada mereka.

Semua itu adalah keberkahan.  Semua itu adalah kebaikan. Dan kita ingin do’a tadi mengiringi terus-menerus dalam kehidupan pernikahan.

Inilah yang kita cari. Inilah keberkahan yang akan membuat kita seperti perkataan Rasulullah.

“Menakjubkan urusan orang beriman.  Semua urusannya adalah kebaikan. Setiap mendapat nikmat dia bersyukur, ketika mendapat musibah dia bersabar. Sampaikanlah dia kepada ridha-Nya Allah subhanahu wata’ala.

Menjadi rumah tangga yang berkah tidak sekedar bahagia tetapi berkah di dalam setiap keadaannya.

Salim A. Fillah, Penulis “Bahagianya Merayakan Cinta”

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk