Apa yang Kita Cari dalam Pernikahan? (Bag 1)

MuslimahZone.com – Sebagai sebuah lembaran kehidupan baru bagi setiap manusia, maka pernikahan selalu mengandung harapan-harapan. Maka apa yang kita harapkan di dalam pernikahan itu?

Ketika kita melangkah untuk membangun sebuah keluarga dengan mengucapkan akad, akad yang agung yang disebut oleh Allah sebagai mitsaqon ghalizon, sebagai sebuah perjanjian yang berat dan besar, apa yang kita niatkan di dalam hati kita? Apa yang ingin kita raih? Apa yang ingin kita tuju?

Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini menjadi sangat penting supaya kita nantinya mendapatkan hal yang paling puncak yang bisa mewakili segenap kebaikan.

Pada masa Jahiliyah, demikian diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad, tentang sayyidina Uqail bin Abi Thalib ra. ketika beliau menikah sebagaimana umumnya bangsa Arab, orang mengucapkan do’a untuk beliau.

“Semoga bahagia dan banyak anak”.

Ini tentu saja adalah harapan yang sangat wajar ketika seorang melangkah ke kehidupan baru yang berupa pernikahan.

Hari ini kita ditawari menikah untuk bahagia. Bimbingan-bimbingan menuju kebahagiaan dalam rumah tangga. Juga banyak anak, sebagaimana waktu itu ukuran kebanggaan yang sering menjadi hal yang sangat diakui di tengah masyarakat Quraisy selain banyaknya harta adalah banyaknya anak. Maka do’a tersebut adalah do’a yang wajar.

Tetapi apa kata sayyidina Uqail bin Abi Thalib? Katanya, “Jangan kalian do’akan demikian, tetapi berdo’alah sebagaimana Rasulullah saw. mendo’akan pengantin.”

Orang-orang bertanya bagaimana beliau mendo’akan?

Nabi saw. berdo’a,

“Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoiir”.

“Semoga Allah memberikan berkah padamu. Semoga Allah memberikan berkah atasmu. Semoga Allah menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.”

Alangkah paripurna doa Nabi saw. ini, alangkah sempurna dengan merangkum semua kebaikan yang mungkin dicapai oleh manusia di dalam doa ini.

Nabi mendo’akan, semoga Allah memberikan berkah padamu. Kata ‘laka’ dalam bahasa Arab memiliki makna yaitu semoga berkah di dalam perkara-perkara yang membahagiakan, menyenangkan. Di dalam nikmat-nikmat, karunia-karunia, tawa, kelapangan, anugerah -anugerah dari Allah Ta’ala. Semoga engkau mendapatkan berkah.

“Wabaraka ‘alaika”. Semoga Allah memberikan berkah atasmu.  Kata ‘alaika’, atasmu adalah di dalam perkara-perkara yang sedih, yang berat, susah, dalam tangis, kekurangan, kesempitan, semoga Allah juga memberikan berkah kepadamu.

‘Wajama’a bainakuma fii khoiir’. Dan semoga Allah menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.

Nabi mengajarkan do’a ini kepada kita untuk kita berikan sebagai hadiah terindah untuk setiap pengantin sebab sesungguhnya kita hendak mengingatkan mereka bahwa yang patut mereka cari di dalam kehidupan pernikahan itu adalah barokah atau berkah.

Berkah itu mewakili segenap kebaikan sebab berkah itu maknanya ‘ziyadatul khoiri fii kulli hal’, bertambah kebaikan di dalam setiap keadaan.

(Bersambung)

Salim A. Fillah, Penulis “Bahagianya Merayakan Cinta”.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk