Apa Saja yang Perlu Dilakukan Istri

Muslimahzone.com – Hidup berkeluarga, menjalani kehidupan dengan status yang baru sebagai seorang istri bukanlah sesuatu yang mudah dan bisa dipelajari dalam waktu sehari dua hari. Ia butuh proses, belajar dan terus belajar sehingga predikat istri sholihah dapat diraih.

Memiliki istri yang shalihah tentu adalah dambaan setiap suami. Untuk itu, seorang istri hendaknya berusaha mewujudkannya agar tercipta kehidupan rumah tangga yang bahagia, sakinah, mawaddah, wa rahmah. Apa sajakah hal-hal penting yang harus dilakukan, berikut di antaranya:

  1. Bertakwa kepada Allah

 Istri shalihah adalah istri yang senantiasa bertakwa kepada Allah. Maka cinta pada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya haruslah dijadikan yang utama barulah setelah itu cinta pada suami. Salah satu bukti kecintaan kepada Allah adalah istri mencintai suaminya, membantu dan mendukung dalam urusan agamanya. Tidak ada pemberian taat dan cinta yang dicurahkan kepada seorang lelaki melainkan hanya kepada suami.

Bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dapat memelihara kita dari godaan syetan dan menyelamatkan diri dari mengikuti hawa nafsu, maka wajib hukumnya menaati suami serta menjaga diri dan harta suami, sebab suamilah yang memegang kepemimpinan atas diri istri dengan menjaga, melindungi dan memberi nafkah.Seorang istri  pun seharusnya memaafkan kesalahan suami, bertoleransi dengan kekeliruannya, dan tidak menyakitinya ketika di rumah serta tidak mengkhianatinya apabila ia pergi.

  1. Bersabar

 Di antara penghuni surga itu ialah para istri yang bersabar, Alloh subhanahu wa ta’ala  berfirman,

 وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

”Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera.” (QS. al-Insan [76]: 12)

Sabar merupakan sifat orang bertakwa yang paling agung. Alloh melimpahkan pahala kepada orang-orang yang bersabar, yang tidak diberikan kepada selain dari mereka. Tidak ada perbuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang mempunyai kedudukan seperti kedudukan sabar. Begitu banyak ayat yang menjelaskan tentang kemuliaan sikap sabar kita. Di antaranya adalah ayat berikut:

… إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ 

”… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. az-Zumar [39]: 10)

  1. Tidak Pamer dan Riya’

Seorang istri sholehah, harus sadar dan senantiasa berusaha untuk tidak pamer dan riya’. Ia pun harus berusaha untuk menghindari perkumpulan-perkumpulan yang dijadikan ajang pamer dan saling membanggakan diri, sehingga dapat membangkitkan cemburu yang tercela. Maka, ia sadar tentang pentingnya pergaulan yang baik dan pengaruhnya terhadap tingkah laku dirinya.

Rosulullah shalallohu alaihi wasallam bersabda, ”Seseorang itu menurut agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang ia jadikan teman.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

  1. Berbaik Sangka

Jangan ikuti prasangka-prasangka dan dugaan-dugaan yang ditimbulkan oleh rasa cemburu, karena ini merupakan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Maka, istri yang pandai, ia akan mempergunakan akalnya, agar ia terjaga dari bisikan syetan, was-was, keresahan dan penderitaan batin.

  1. Qona’ah atau Merasa Puas

Seorang istri hendaklah ridho terhadap pembagian rizki dan kelebihan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan merasa puas. Sebab ia tahu bahwa Allah tidak memberikan rizki dan kelebihan kepada seseorang melainkan berdasarkan hikmah. Istri sholehah mengerti dan menyadari bahwa boleh jadi Allah mengaruniakan kenikmatan yang justru lebih besar dari apa yang diterima oleh orang lain.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, ”Lihatlah orang yang lebih rendah dari kalian, dan janganlah kalian melihat orang yang lebih tinggi dari kalian, karena hal itu lebih layak bagi kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Mengingat Mati dan Hari Akhirat

Dan selanjutnya adalah bahwa hendaklah istri mengisi waktu untuk mengingat mati dan hari akhirat. Jika tidak, maka hati akan lalai, keras dan tertutup oleh kemewahan dunia. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, ”Perbanyaklah mengingat-ingat pemotong berbagai kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah)

Dengan mengingat mati ia akan mempersiapkan bekal akhiratnya berupa amal shalih dan taubatan nashuha. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah menjawab tentang pertanyaan ”Siapakah seorang Mukmin yang paling berakal? Maka beliau bersabda, ”Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya diantara mereka setelah itu, maka mereka itulah yang paling berakal.” (HR. Ibnu Majah)

Istri yang baik adalah istri yang senantiasa menjalankan pekerjaannya dengan baik, memperhatikan penampilan diri serta kerapihan di rumah, sehingga ia menjadi seorang istri yang sholehah, dan ibu yang penuh dengan kasih sayang. Ia mengakui kebaikan suami dan tidak mengingkari jasa serta pergaulan baiknya. Nabi sholallohu alaihi wasallam pernah memperingatkan akan sikap pengingkaran yang seringkali dilakukan seorang istri, beliau shalallahu alaihi wasallam bersabda,

”Neraka diperlihatkan kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka melakukan kekufuran.” Ditanyakan, apakah mereka kufur kepada Alloh? Beliau menjawab, ”Tidak, tapi mereka mengkufuri kebaikan suami. Seandainya engkau berbuat baik pada salah satu mereka dalam masa yang panjang, kemudian ia melihat sesuatu (yang kurang berkenan dihatinya) pada dirimu ia berkata, ”Aku tak pernah melihat satu pun kebaikan darimu.” (HR. al-Bukhori)

  1. Berdo’a

Sesungguhnya sebesar apapun keinginan untuk meraih kebahagiaan hidup rumah tangga dan sekeras apapun usaha yang dilakukan untuk mewujudkannya, akan tetapi kita harus sadar bahwa tidak ada yang dapat memberikan itu semua  kecuali Allah. Maka kita tidak hanya berusaha, tapi juga berdo’a karena Dialah yang menentukan semuanya. Hendaklah kita sadar bahwa manusia adalah lemah dan sangat butuh kepada-Nya. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda, ”Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah dan apabila kamu meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Do’a memang merupakan senjata yang mengiringi setiap usaha dalam meraih apa yang diharapkan. Semoga dengannya kita melalui hari-hari yang penuh kebahagiaan dan keridha-an Allah. Allahuma Amiin …

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk