Ancaman Penjajahan via Pertanian

Muslimahzone.com – Masuknya petani Tiongkok yang membawa bibit berbakteri, bukan masalah remeh. Ini bisa menjadi pintu masuk kehancuran sektor pertanian dalam negeri. Hal itu diungkapkan oleh pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Bahkan dengan tegas ia menyebut tindakan itu terkategori subversi.

“Warga negara RRT diam-diam menanam cabai dan bibit tanaman lain di suatu tempat dan setelah diteliti mengandung bakteri membahayakan. Membahayakan tanaman sejenis, jelas bukan kegiatan petani biasa. Polisi patut menduga ini adalah kegiatan sengaja yang terencana dengan rapi,” katanya.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk infiltrasi dan subversi untuk meruntuhkan ekonomi suatu negara. Bayangkan kalau cabai, bawang dan aneka sayuran kita musnah karena bakteri yang belum ada penangkalnya, negara pasti impor. Akibatnya petani lokal hancur. “Polisi harus menyelidiki masalah ini. BIN juga harus mencari tahu maksud di balik ini,” tegasnya. Dia mengingatkan, keselamatan negara harus diutamakan. Kekuatan dan ketahanan nasional harus dijaga dari segala bentuk infiltrasi.

Seperti diketahui, sudah enam bulan lamanya, para WN Tiongkok bercocok tanam di Gunung Leutik, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kab. Bogor. Selama itu mereka menanam dan menyebar bibit yang mengandung bakteri berbahaya. Badan Karantina Pertanian menyita 5.000 bibit yang semuanya berbakteri Erwinia Chrysanthemi, bakteri golongan A1 yang belum pernah ditemukan di Indonesia. Jika bakteri ini sudah menyebar di tanah, sulit dibasmi total.

Begitulah, tak diragukan lagi, ideologi komunis-kapitalis Tiongkok ingin menguasai bangsa ini. Berbagai strategi dijalani, termasuk lewat pertanian untuk menghancurkan sektor ekonomi. Jadi, kalau menyebut Tiongkok atau China, bukan masalah etnis atau SARA. Ini sudah menyangkut pertarungan ideologi dunia. Karena, di dunia ini hanya ada tiga ideologi, yakni komunis, kapitalis dan Islam. Ketiganya berbeda, bertolak belakang dan tak mungkin disatukan. Paham?

Asri Supatmiati

(fauziya/muslimahzone.com)

No Responses

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk