Anak Perempuan VS Anak Laki-Laki

Muslimahzone.com – Saya kok suka Baper kalau melihat logo BKKBN yang mengusung propaganda program KB: Dua anak cukup, lelaki perempuan sama saja.

Gimana nggak Baper, wong di logo itu jelas-jelas tergambar harmonisnya rumahtangga dengan dua anak berlainan jenis. Ayah dan ibu menggandeng anak lelaki dan perempuan. Kenapa nggak lelaki semua, atau perempuan semua, misalnya. Kan slogannya “lelaki perempuan sama saja”

Dengan gambar seperti itu..berpotensi membuat ibu-ibu seperti saya (yang dikaruniai dua anak dengan jenis kelamin yang sama) jadi semakin berkecil hati.. katanya lelaki perempuan sama saja..kok ya gambarnya gitu amat.. :D

Tapi belakangan, saya jadi merenung

Yang salah bukan pemilihan gambarnya. Tapi persepsi saya sendiri. Kalau gambar itu dibuat anaknya lelaki semua, ibu-ibu yang hanya memiliki anak gadis pasti juga Baper. Demikian sebaliknya. Maka dipakailah gambar yang adil. Tengah-tengah. Pas. Semua dapat.

Meski tetap saya bertanya-tanya: kalau punya anak dengan jenis kelamin yang lengkap, harmonisnya berlipat-lipat nggak ya?

Heheh..ibu-ibu yang punya anak lelaki lebih dari satu, dan masih Balita semua, pasti paham rasanya kerinduan punya anak gadis. Kayaknya punya anak yang anteng, duduk diam saat kita harus memasak, itu kedamaian lahir dan batin ya.. Punya anak perempuan berarti bebas dari aksi kejar-kejaran di atas kasur main penjahat vs polisi, membuat springbed bergaransi 10 tahun itu sudah harus diretur di bulan ke-10.

Punya anak perempuan, juga erat kaitannya dengan mimpi indah di masa tua. Ada yang merawat dan menemani. Karena faktanya anak perempuan lebih telaten mengurus orang sakit, daripada anak lelaki.

Nah, saya kurang tahu bagaimana jeritan hati (hehe..lebay..nggak menjerit juga sih) ibu-ibu yang anaknya perempuan semua. Hanya saja saya pernah mendengar kawan dengan tiga anak perempuan nyeletuk, “Besok aku nggak punya pelindung donk..”

Anak perempuan vs anak laki-laki

Perawat vs pelindung

Duhai..beruntungnya mereka yang memiliki keduanya sekaligus

Tapi terus saya sadar.. soal jenis kelamin anak ini, akhirnya membuat saya lupa bersyukur. Syukur dikaruniai anak yang sehat dan lincah (baca: banyak polah) meski tidak ada yang bisa saya pakaikan jilbab.

Syukur masih bisa merasakan kehamilan dan memiliki anak, di saat banyak wanita di luar sana yang harus menanti belasan tahun, demi anak yang saya yakin tak pernah mereka pedulikan apa jenis kelaminnya..

Dan siapa juga saya, yang bisa menentang firman-Nya

Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa” (Asy-Syura: 49:50)

Allah itu berkehendak, diberi lelaki semua atau perempuan semua, atau kombinasi keduanya, murni hak-Nya yang mana bisa saya gugat.

Pekan lalu, di sebuah siang yang bising dan berantakan, suami berbisik: “Bun, kalau kita punya anak lagi, ikhlaskan apa pun jenis kelaminnya. Mau itu perempuan atau laki-laki. Karena kita tidak bisa menunjuk jenis kelamin mana yang terbaik untuk kita…”

Oh, mendengar tausiyah itu, dan ingat akan penggalan surah Asy-Syura, tiba-tiba saat anak-anak lanang saya bermain tembak-tembakan dan menggulingkan sofa, batin saya yang tadinya panas membara, mendadak mak cles seperti diguyur salju…

Wulan Darmanto

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga