Anak Bertengkar, Hindari Keberpihakan

MuslimahZone.com – Kakak beradik yang hampir terus menerus bertengkar seringkali membuat orangtua tidak tahan untuk tidak ikut campur menyelesaikannya. Menurut Abu Bakar Baraja dalam Dinamika Kakak Adik, orangtua harus berhati-hati dalam keterlibatannya dalam masalah yang anak-anak hadapi.

Usahakan tidak terpancing dalam salah satu kata dari mereka seperti, “Dia yang mulai!” atau “itu nggak adil” jika kita tidak melihat siapa yang memulai. Ingatlah pada pepatah mengatakan, “apabila dua orang bertengkar, keduanya bersalah”. Tanggapan terbaik kita adalah, “siapapun yang memulainya, maka hentikan sekarang juga.”

Pertikaian kakak beradik memiliki keunikan tersendiri, seperti meskipun diantara mereka ada yang salah, tentu mereka akan membela dirinya dan tidak mengakui kesalahannya. Jika orangtua menyalahkan salah satu, tentu akan mengecewakan yang kalah, dan akan merasa bangga yang dibela.

Bagaimana dengan menyalahkan keduanya? Inilah yang membuat mereka bingung. “Kamu sebagai kakaknya mengalah dong sama adiknya!”. “Kamu juga, sebagai adik itu harus nurut sama kakakmu!” Pertanyaan ini akan membuat mereka bingung, masing-masing akan saling melihat dan memandangi kita dengan keheranan.

Menyalahkan salah satu dari mereka bisa jadi efektif pada saat itu, namun pada dasarnya mereka tetap tidak akan terima disalahkan meski mereka salah. Maka sewaktu-waktu mereka akan mengulangi kembali dan membuktikan mereka benar.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengembalikan kedamaian antara kakak dan adik, berikut ulasannya.

Pisahkan Mereka

Pertengkaran yang terjadi seringkali tak mampu mereka selesaikan sendiri dan kerap mengarah pada kekerasan fisik. Jika sudah begini, segera pisahkan mereka dan tunjukkan sikap bahwa kita tidak senang. “Bunda tidak mau melihat kalian bertengkar lagi!”, perkataan ini dapat disampaikan sambil memisahkan mereka. Perkataan ini cukup diucapkan sekali, kemudian beralih dengan perkataan lain yang membuat mereka senang.

Anak yang memiliki sosialisasi yang baik, tidak akan tahan bermain sendiri tidak akan tahan bermain sendiri. Biasanya salah satu dari mereka pelan-pelan mulai mencari cara untuk bermain bersama kembali.

Biarkan Mereka Menyelesaikan Sendiri

Anak-anak harus diajarkan bahwa ada banyak cara menyelesaikan masalah selain berkelahi. Salah satunya dengan memberikan mereka kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Namun, jika tak juga didapat kata sepakat, orangtua dapat memberikan usulan alternatif solusi. Tapi bukan memberikan keputusan. Disini orangtua harus hati-hati dari sikap mengintervensi. Kemudian tinggalkan mereka sambil berkata,”Boleh datang ke Bunda asalkan kalian sudah sepakat membuat solusinya!”

Jika mereka tidak bisa atau tidak mau, maka mereka harus meninggalkan perdebatan dan bermain sendiri-sendiri.

Ambil Alih Penyebab Perkelahian

 Mengambil alih barang atau apapun penyebab perkelahian dapat dilakukan jika penyelesaian mandiri tak dapat mereka tempuh. Namun, hal ini harus dilakukan secara langsung, tanpa ada komentar terlebih dulu tentang apa yang akan kita lakukan pada mereka.

Kemudian sampaikan kepada mereka untuk meninggakan semua ini tanpa harus ada komentar dari mereka dan kita sendiri tentang siapa yang menang dan siapa yang salah. Kemudian alihkan dengan aktivitas lain yang lebih menarik dan arahkan agar kegiatan tersebut mereka lakukan bersama kembali.

Hentikan Cap “Senang Berkelahi”, Bangun Stigma Kompak

Usahakan untuk tidak mengatakan bahwa mereka senang bertengkar, atau memberikan julukan seperti “kucing dan anjing”. Sampaikan kepada mereka bahwa mereka itu saling membutuhkan. Ulang-ulang pernyataan bahwa mereka adalah tim yang hebat dan kompak.

(esqiel/muslimahzone.com)

Komentar Anda

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk