Anak Batu Menjadi Ulama

MuslimahZone.com – Seorang anak termenung di jendela asrama. Matanya menatap jutaan bintang di langit. Angin malam tak mampu membuat pikirannya sejuk. Hatinya bergejolak dihadapkan dengan masalah besar. Batinnya berucap “Aku harus segera mengambil keputusan.”

Sudah bertahun-tahun ia tidak naik kelas. Semangatnya mulai redup ditiup keputusasaan. Ia merasa dirinya adalah anak paling bodoh di dunia. Ia adalah anak yang sudah tidak lagi memiliki harapan. Melanjutkan belajar adalah kesia-siaan. Malam itu akhirnya ia mengambil keputusan besar. Ia akan meninggalkan sekolah, dan membuang mimpinya untuk menjadi seorang Alim Ulama.

Kebisingan malam sudah sirna. Malam sudah sangat larut, dan teman-teman asramanya sudah terlelap di dalam mimpinya. Rasa ragu sempat meniadakan niatnya untuk pergi, namun ia bergumam dalam batin “Aku sudah tidak lagi dapat bermimpi, semua telah sirna. Aku tidak berbakat menjadi cendikia, sudah bertahun – tahun aku tidak naik kelas. Bodoh jika masih berharap menjadi Alim Ulama.” Akhirnya ia pergi menyelinap keluar asrama dengan sedikit keraguan, pergi untuk selama-lamanya dari sekolah.

Cukup jauh sudah perjalanan ditempuhnya. Rasa letih dan lapar membuatnya memutuskan untuk istirahat sejenak. Dalam peristirahatannya ia melihat pemandangan yang membuatnya takjub.

Tak jauh dari tempatnya, ia melihat tetesan air yang sangat kecil, rembesan dari atas. Sementara air itu menetesi bongkahan batu besar yang sangat kokoh, yang tak hancur dalam sekali hantaman palu besi. Namun bongkahan batu itu justru berlubang oleh tetesan air yang sangat kecil.

Ia terus saja memandangi batu tersebut. Pikirannya seakan tenggelam di dalam palung samudra yang sangat dalam. Hatinya yang bergejolak kini didinginkan oleh dalamnya samudra, ia mulai jernih untuk berpikir.

“Batu itu Besar dan Kokoh,” ia berbicara kepada dirinya sendiri. “Pasti tak mudah untuk menghancurkannya, namun dengan tetesan air yang sangat kecil bisa berlubang. Air yang terus menerus diteteskan dapat melubangi batu yang sangat kokoh,” semangat mulai tumbuh di dalam dirinya.“Aku boleh jadi bodoh, namun jika terus menerus kerja keras seperti air kecil itu, aku pasti bisa melubangi batu kebodohan dalam diriku hingga kelak akan musnah.”

Ia bersyukur kepada Allah SWT yang telah menunjukkan ia jalan keluar dari keputusasaan. Wajahnya kini cerah dihiasi senyuman indah penuh optimisme. Sontak saja ia bergegas kembali ke asrama sebelum waktu subuh tiba.

Semangat belajarnya kini telah kembali dan tumbuh lebih besar seperti ketika ia pertama kali masuk ke sekolahnya dahulu. Ia kini bukan ia yang dulu, bukan juga anak kecil yang semangat ketika pertama kali masuk sekolah.

Sejak saat itu, ia menjadi anak yang paling gigih dalam menghafal dan memahami ilmu Qur’an dan Hadist. Ia tidak pernah lagi putus asa, pelajaran sesusah apapun akan ia pelajari berulang-ulang kali hingga mampu memahaminya.”Aku harus segigih tetesan air yang sangat kecil,” ucapnya menyemangati diri sendiri.

Setelah bertahun-tahun lamanya, anak yang lahir di Mesir pada bulan Sya’ban 773 H kelak akan dikenal sebagai Alim Ulama dengan karya-karya yang fenomenal. Umat Islam Indonesia mengenal beliau sebagai penulis kitab Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari dan Bulughul Marom min Adillatil Ahkam. Hebatnya sampai saat ini kitab-kitab beliau masih terus dipelajari dan dibedah. Padahal dahulu beliau sempat putus asa dan ingin menghentikan cita-citanya. Ibnu Hajar al-Asqalani, begitulah kita mengenalnya, yang berarti “Anak Batu”, karena memang beliau terbuka hatinya setelah melihat batu yang berlubang karena tetesan air. Sedangkan Al –Asqalani adalah nisbat kepada ‘Asqalan’, sebuah kota yang masuk dalam wilayah Palestina, dekat Ghuzzah (Jalur Gaza).

Oleh Muhammad Ihsan

(fauziya/eramuslim/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk