Aku, Suamiku dan Istri Pertamanya

MuslimahZone.com – Sejak aku mengenalnya, aku tahu aku harus siap berbagi dengan istri pertamanya. Segalanya dan lahir batin. Bagaimana tidak? Istri pertamanya itu lebih dahulu dikenalnya dan banyak memberinya kenyamanan jiwa.

Sebagaimana istri, belahan jiwa, istri pertamanya itu adalah bagian hidup suamiku. Suamiku mengenalnya dan berinteraksi mesra dengannya jauh sebelum mengenalku. Jadi, aku memang harus tahu diri dan menaruh takzim.

Suamiku mengenalku saat aku berusia ranum, 23 tahun. Sebelum itu, suamiku sudah mengikat janji dengan istri pertamanya.

Akupun mengenal suamiku dengan perantara istri pertamanya itu, jadi sekali lagi, bagaimana aku bisa menghalangi suamiku datang dan memenuhi panggilan istri pertamanya setiap detik, menit, jam, hari, pekan, bulan bahkan tahun?

Aku sudah menetapkan hatiku: aku ini hanya istri kedua setelah dia. Tulus dan tanpa paksaan.

Hari berganti hari, dan kini usia pernikahan kami tujuh tahun. Selama itu pula aku, suamiku, dan istri pertamanya semakin akur saja. Semua berjalan dengan sangat romantis. Romantis yang berbeda, bukan mellow atau possessive.

Aku, suamiku dan istri pertamanya itu saling menguatkan. Ya, panggilan-panggilan dari istri pertamanya selalu kulempangkan jalannya.

Kubiarkan suamiku memenuhi kewajibannya pada istri pertamanya dengan tanpa beban, tanpa kureweli dan kukondisikan anak-anakku sejak dini untuk memahami belahan jiwa ayah mereka yang lain.

Dan meskipun masih anak-anak, aku yakin mereka akan bertumbuh dengan keyakinan sama denganku, toh ayah mereka adalah seorang ayah yang berusaha membagi waktu dengan adil. Cinta yang bervisi surga, begitu mimpi kami.

Aku sering berseloroh dengan suamiku, “Aku ini hanya istri kedua setelah dia. Begitu juga istri-istri kakanda berikutnya, jika tidak bisa berinteraksi dengan istri pertamamu, lebih baik jangan nambah, hahaha…” dan entahlah, kami tidak pernah merasa jengah dan tabu berbicara tentang momok pernikahan bagi para istri : POLIGAMI.

Karena bagi kami semua itu ada waktunya, ada aturan dan ada standarnya. Jadi, aku dan istri pertamanya sudah memahami suamiku, hanya tinggal kehendak Allah bukan?

Aku tahu semakin bertambah usia pernikahan kami, istri pertamanya akan semakin banyak meminta perhatian, konsentrasi, pemikiran dan bahkan waktu suamiku. Karena istri pertamanya itu bukan sesuatu yang biasa-biasa saja.

Aku bahkan merasa nyaman berinteraksi dengannya. Aku, suamiku, dan istri pertamanya telah sama menemukan belahan jiwa, bukan cinta fisik yang berbatas usia, tapi romantisme heroik yang saling memotivasi untuk semakin teguh.

Ya,ya,ya… sejak semua cinta bermula aku sudah meneguhkan diriku: aku ini istri kedua setelah Jama’ah dan amanah dakwah yang lebih dulu dicintainya. Salam Inspiratif!

Penulis adalah Ibu Rumah Tangga tinggal di Solo

(fauziya/eramuslim/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Menikah Muda Why Not ?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Anak-anak dan Membaca
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Wanita Muslimah yang Tangguh
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Tips Kecantikan ala Aisyah Istri Nabi
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk