Akhir Hidup Para Tiran

Muslimahzone.com – Jika Anda menyangka Tuhan tak murka dengan para durjana yang menebar kedzaliman dimana-mana, maka Anda lupa bahwa Dia sudah berfirman dalam kalam QudsiNya: “Kedigdayaan adalah pakaianku, sedangkan kesombongan adalah selendangku. Sesiapa merebut keduanya dariku, aku pasti mengazabnya”(HR Al Bukhari – Muslim)

Jika Anda mengira bahwa tiranisme bisa berlaku tanpa balasan, maka sungguh Anda telah melupakan lembar-lembar sejarah bertumpuk-tumpuk di masa lampau.

Anda lupa bahwa akhir hidup para durjana adalah kehinaan sehina-hinanya dan seluruh alam mengutuknya tanpa kecuali. Bahkan, saat kebinasaan menimpa mereka, ayat Al Qur’an memerintahkan kita bertahmid memuji hanya kepadaNya; “Maka dibinasakanlah orang-orang dzalim itu hingga ke akar-akarnya, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam”. (QS: Al An’am: 45)

Wahai para tiran…!

Bukan di tangan Ibrahim as kebinasaan Namrud ditakdirkan. Meski sepanjang usia dakwahnya, Ibrahim adalah musuh utamanya. Sungguh tangan Sang Khalil terlalu suci untuk berlumuran darah manusia durjana. Dan sungguh terlalu sepele urusan membunuh si tiran bagi seorang Nabi, maka Allah wakilkan kebinasaan Namrud kepada seekor nyamuk yang sangat kecil nan dekil. Cukup satu gigitan, ia binasa tak bernyawa, berpindah alam menemui pembalasan. Senyap, cepat dan mudah sekali bagi Allah karena urusan kematian bagiNya ibarat membalik telapak tangan. Agar makin tampak kelemahan si tiran di hadapan para pemujanya. Agar makin benderang nyala tauhid di hati para pengikut nabiNya.

Dan ketahuilah wahai tiran nusantara…!

Tidaklah di tangan Musa, manusia kejam, lalim dan diktator Fira’un ditakdirkan menjemput ajalnya, meski Musa as adalah musuh bebuyutannya. Lembutnya air Laut Merah lah yang menjadi sebab kebinasaannya. Hal ini karena selama ia berkuasa, ia banggakan sungai-sungai yang mengalir di bawah singgasananya; “Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya, ia berkata; ‘Bukankah aku yang menggenggam kekuasaan Mesir dan sungai-sungai ini mengalir dibawah singgasanaku. Tidakkah kalian perhatikan?”. (QS: Az Zukhruf: 51).

Adapun penghina Nabi. Penyulut kebencian terhadap keponakannya sendiri, Abdul Uzza yang Al Qur’anpun tak sudi menyebut namanya. Maka Allah panggil ia dengan kuniyahnya, Abu Lahab. Ia musuh dakwah sejak masa tunasnya. Pemilik mulut paling lacut yang pernah ada. Terhina di dunia dan terlaknat pula di akhirat. Bukan di medan perang ia tewas sebagai ksatria. Bukan karena duel dengan Muhammad saw ia binasa. Hal ini karena kematian di medan laga adalah kehormatan bagi para ksatria, sedangkan ia adalah manusia paling hina, maka Allah binasakan dengan kusta yang menggerogoti seluruh tubuhnya hingga bangkainya tak ada satupun yang sudi menjamahnya. Ia dikuburkan dengan cara paling konyol. Digalikan untuknya kuburan, dan bangkainya didorong dengan kayu yang teramat panjang hingga menggelundung ke liang lahat.

Tengoklah pula akhir hidup si jagal para ulama, Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi. Setelah ia sempurnakan kedzalimannya dengan membunuh syaikhut taabi’in, Sa’id bin Jubair ra, tiba-tiba ia mati dengan cara yang tidak bisa didagnosa. Para tabib bingung apa sebab kematiannya. Aneh dan mengerikan.

Lihatlah wahai tiran nusantara, bagaimana akhir kehidupan para durjana!

Saksikanlah oleh kalian, sesiapa menjelma menjadi tiran, maka Allahlah musuhnya. Bukan dengan para da’i kalian berhadapan, namun dengan penggenggam setiap nyawa.

Dan sadarilah, wahai para tiran nusantara, jika dengan aturan yang kalian terbitkan kalian ingin membungkam dakwah Islam, maka sungguh sebelum kalian telah ada Namrud, Fir’aun, Haman dan juga Abu Lahab. Telah ada Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqofi, Gamal Abdun Nasher dan akhir kehidupan mereka teramat memilukan.

Ketahuilah, dakwah Islam ini bukan milik kami. Kami disini hanyalah karyawan, sedangkan majikan kami adalah Sang pemilik alam.

Hadanallahu wa iyyakum

Suhari Abu Fatih

(fauziya/muslimahzone.com)

One Response

Leave a Reply

Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
Pesta Seks Bukan Nikmat Terbesar di Surga
Secular Radicalism, The Real Blasphemy
Biasakanlah Anak Minta Izin Ketika Masuk Kamar Orangtua
Meraih Sifat Qana’ah
Curahan Hati Petani
Babak Final Perjuangan Islam
Akhir Hidup Para Tiran
Jangan Sembarangan Menuduh Muslimah Sebagai Pelacur !
Nasehat Tere Liye Seputar Jodoh
Ketika Istri Marah
Mengukur Kembali Rasa Cinta
Agar Bahagia, Sesuaikan Harapan Pernikahan Anda
Mengapa Ayah Lebih Sabar daripada Ibu
Belajar Matematika Untuk Anak Usia Dini, Apa Dulu yang Diajarkan?
Pameran Kehebatan Anak
Apakah Pembicara Parenting Tak pernah Bermasalah dengan Anaknya?
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Mengenal Ulama Hadits Syu’bah bin Al-Hajjaj
Abdurrahman bin Auf ‘Manusia Bertangan Emas’
Ketika Bayi Menendang Perut Ibu
Menikmati Pengalaman Sebagai Ibu Menyusui
Dibalik Ketenaran Blewah di Bulan Ramadhan
Tetap Sehat Berpuasa Ketika Hamil
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Tips Merebus Telur yang Baik
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk