Ajal

Oleh : Asri Supatmiati

Muslimahzone.com – Pohon pepaya di depan rumah saya mati. Sekarat gara-gara keisengan anak-anak (batangnya dicat). Alhamdulillah, sudah sempat menikmati buahnya, termasuk tetangga dan pencuri hehe… Saatnya menebar benih baru. Semoga lebih bagus hasilnya.

Begitulah. Apa yang ada di dunia ini fana. Tidak abadi. Semuanya akan mati. Ah, kalimat klise ini terlalu sering kita dengar, bukan? Kemusnahan tidak hanya berlaku bagi makhluk bernyawa, manusia, tumbuhan atau hewan. Segala benda, bangsa bahkan peradaban memiliki umur. Kelak akan bertemu ajalnya.

Imperium Romawi dan Persia yang megah di zamannya, akhirnya hancur lebur. Uni Sovyet yang digdaya di era 80-an, siapa sangka bubar jalan. Apa Amerika dengan kepongahannya hari ini, kelak bisa tumbang? Hmm…jika Sovyet dengan ideologi sosialismenya menemui ajal, Amerika dengan kapitalismenya juga bakal senasib. Sudah banyak tanda-tanda sekaratnya. Kalau pepaya depan rumah saya mati karena salah perlakuan, begitu pula peradaban ini akan musnah karena salah urus.

Kapitalisme adalah sistem buatan manusia yang memiliki banyak kelemahan. Mengurus dunia dengan tatanan bobrok. Contoh, ekonomi nonreal berbasis riba. Hasilnya, malapetaka berupa krisis moneter, mega skandal perbankan, jeratan utang, dll. Makanya, banyak Muslim berubah, hijrah ke transaksi tanpa riba. Sistem perbankan juga mulai hijrah. Negara juga ada yang hijrah (Indonesia belum sih).

Contoh lagi, sistem pergaulan bebas, bikin tiap hari patah hati nasional. Lah iya, pacaran cuma di-PHP. Minta dinikahi, malah diputusi. Itu masih mending. Ada yang minta dinikahi, malah dizinahi. Na’uzubillah minzalik. Sistem macam apa ini? Makanya, banyak anak muda kini hjrah. Pilih khitbah dan langsung nikah muda.

Memang, pemikir Franchois Fukuyama dari Amerika Serikat pernah bersumpah bahwa demokrasi liberal adalah ideologi terakhir yang akan berkuasa di dunia. Titik akhir evolusi ideologi umat manusia (end point of mankind’s ideological evolution) dan bentuk akhir pemerintahan (final form of human government) dan karena itu merupakan akhir dari sejarah (end of history).

Itu sebabnya, fenomena kebangkitan ideologi lain (baca: Islam), dianggap merusak kebenaran prediksi tersebut. Mati-matianlah mencegah kebangkitan Islam, agar abad kapitalisme tidak berganti. Namun, perubahan tidak bisa dihindari. Banyak pakar pula yang menganalisa, peradaban Kapitalis yang saat ini eksis juga tinggal menunggu ajal.

Arnold Toynbee, sejarawan ternama Inggris, satu abad lalu mengatakan bahwa abad 19 adalah abad Inggris, abad 20 adalah abad Amerika dan abad 21 adalah abad China. Tapi, National Inteligence Council (NIC) di Amerika meramalkan tegaknya peradabaan baru 2020 itu adalah abad Khilafah.

Jadi, peradaban buruk saat ini akan mati. Jangan dikira abadi. Bangsa Indonesia, NKRI, juga tidak akan kekal abadi. Entah matinya kiamat sughro atau kiamat kubro. Sebagaimana berakhirnya era animisme dinamisme nenek moyang kita. Berakhirnya penjajahan Belanda. Berakhirnya era kerajaan-kerajaan. Berakhirnya Orde lama. Berakhirnya Orde Baru. Berakhirnya Orde Reformasi. Maka jangan terlalu memaksakan opini mengatakan segalanya harga mati (baca BUKAN Ngalor Ngidul 30).

Semua berubah. Setiap umat akan menemui ajal, cepat atau lambat. Allah SWT berfirman yang artinya: “Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya, dan tidak (pula) menangguhkannya.” (QS. Al-Mu’minun: Ayat 43)

Kata ummat dalam Bahasa Arab di atas bukan merujuk pada individu manusia (insan), melainkan jamaah manusia atau kumpulan masyarakat alias bangsa. Jadi, sebuah bangsa juga akan menemui ajal. Ayat-ayat lain dalam surat ini, secara runut mengisahkan diutusnya rasul-rasul pada suatu umat, lalu mereka yang mendustakan dihancurkan.

Kaumnya Nuh, kaumnya Hud, kaumnya Musa atau bangsa Fir’aun, semua menemui ajal. Bangsa-bangsa itu dihancurkan karena durhaka pada-Nya, kemudian diganti dengan bangsa baru. Demikian seterusnya ketetapan Allah Swt.

Inilah pelajaran dari kemusnahan umat-umat sebelumnya. Entah hitungan tahun, puluhan, ratusan atau bahkan ribuan tahun, ajal itu pasti tiba. Manusia hanya bisa berikhtiar, menyiapkan diri menyambut datangnya perubahan. Era baru. Abad baru.

Abad baru yang dimulai dari perubahan. Sejak sekarang. Jangan tunggu kiamat sughro, apalagi kubro. Karena, kelak jika ajal itu tiba, tidak ada kesempatan lagi untuk berubah. Perubahan mulai skala individu, hingga sistem.

Jadi yang sekarang belum berubah, berubahlah. Yang belum ngaji, ngajilah. Yang belum paham syariah, pahamilah. Yang belum ngerti khilafah, kajilah. Yang masih Islamphobia, kenalilah Islam. Yang belum memperjuangkan Islam, berjuanglah. Yup, jangan puas cuma menunggu abad baru, tapi perjuangkan. Jika perlu, sampai dijemput ajal.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk