Adakah Rumah Tangga Ideal?

Muslimahzone.com – Jika rumah tangga ideal didefinisikan sebagai rumah tangga setiap hari hanya berisi cinta, tertawa, kepuasan, bahagia, sayang, dan romantisme maka istilah rumah tangga ideal adalah omong kosong yang tidak ada realitanya.

Sebab, jika rumah tangga seperti itu ada tidak mungkin Allah akan berpesan kepada suami/istri seperti dalam ayat ini,

{ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ } [التغابن: 14]

“…jika kalian memberikan ‘afwun, shofhun, dan ghufron maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang…”

Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan agar suami/istri senantiasa memberikan hal-hal berikut kepada pasangannya.

Berikan ‘afwun, artinya maafkan sampai taraf benar-benar MENGHAPUS KESALAHAN dari ingatan dan tidak mengingat-ingatnya atau mengungkit-ungkitnya lagi.

Berikan shofhun, artinya maafkan sampai taraf TIDAK PERLU MENGOMELI.

Berikan ghufron, artinya maafkan sampai taraf MENUTUPI SEMUA KESALAHAN-KESALAHANNYA dengan mengingat-ingat kebaikannya dan tidak mengumbar-umbarnya pada orang lain.

Jika Allah berpesan demikian, maka bisa dipastikan bahwa dalam rumah tangga (sebaik apapun pasangan dan setinggi apapun ilmu yang dimiliki) akan selalu ada,

marah,
kecewa,
menangis,
sedih,
dongkol,
sumpek,
cemburu,
terbakar,
dan lain-lain.

Mesti ada kesalahan, perilaku, kebiasaan, dan watak yang memunculkan hal-hal tadi.

Bukankah rumah tangga lelaki terbaik, yakni Rasulullah juga masih ada kemarahan, kecemburuan, dan ketegangan hubungan?

Rumah tangga KELIHATAN baik baik saja itu sebenarnya yang terjadi adalah karena salah satu dari pasangan tersebut atau dua-duanya banyak berusaha saling memaafkan, saling memahami, saling menahan diri, saling mengalah, saling menutupi aib, saling bersyukur dengan kelebihan seraya melupakan setiap kesalahan.

Jadi bagaimana seharusnya?

Semuanya seharusnya menjadi ladang amal. Yakni melaksanakan perintah Allah di atas untuk banyak memaafkan, menahan diri, dan menutupi kesalahan.

Seorang hamba yang beriman, bisa menyulap penderitaan menjadi kemuliaan, empedu menjadi madu, dan luka menjadi ceria.

Karena ia tahu, rumah tangga hanya sebentar.
Hidup di dunia hanya sementara.
Dia selalu ingat bahwa tujuan sejatinya adalah akhirat, dan dunia hanyalah kendaraan menuju ke sana

Ustadz Muafa Abu Haura

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk