Adab Mandikan Bayi Baru Lahir Dengan Cara Betul

MuslimahZone.com – Bayi baru lahir adalah khalifah Allah yang baru memandang dunia setelah sembilan bulan tinggal di dalam rahim ibunya. Menjadi sebuah keharusan bagi orangtua Muslim untuk menyambut kelahirannya mengikuti cara yang dianjurkan oleh Islam.

Di antara hal-hal yang mungkin tidak semuanya dari kita memberikan perhatian adalah tatacara memandikan bayi baru lahir mulai usia sehari hingga 40 hari. Dalam kurun waktu inilah, cara memandikan memiliki peranan penting dalam membentuk aliran darah dan pembentukan tulang yang baik.

1. Sebaiknya mandikan bayi pada waktu dhuha, karena pada waktu tersebut fisiologi aliran  darah dan detak jantung bayi dalam keadaan tenang. Gunakan air yang hangat.

2. Siraman pertama perlu dimulai dari atas belakang tubuh bayi secara perlahan-lahan, kemudian baru disiramkan ke kaki, seterusnya naik ke bagian punggungnya.

3. Belaian dan usapan lembut juga merupakan peranan penting saat memandikan bayi. Ini akan membuat aliran darah bayi lancar dan baik. Siraman dibarengi dengan usapan sabun yang sesuai untuk bayi.

4. Selanjutnya siram dari belakang hingga ke kepala. Siraman di kepala dilakukan secara perlahan, supaya air tidak mengalir masuk ke dalam lubang telinga. Saat menyiramkan air di belakang kepala ke bagian depan dahi, gunakan tangan untuk menggosok dahi.

5. Sebaiknya tugas memandikan bayi dilakukan oleh ayah. Sambil memandikan, hati berzikir Ya Latif, Ya Hadi.

6. Pastikan siraman tidak dilakukan pada wajah bayi karena ia akan membuat bayi lemas serta menyebabkan lubang hidungnya lembap dan mudah flu atau terjangkit kuman.

7. Siraman yang terakhir, dilakukan ke atas dada seterusnya hingga ke bawah. Tidak dianjurkan menggunakan sabun pada bagian depan tubuh bayi usia ini, karena campuran air dan sabun menyebabkan bagian pusarnya lembap dan akan memperlambat proses ‘copot’ tali pusat.

8. Setelah selesai mandi, keringkan seluruh badan bayi dengan handuk yang bersih. Cara mengelap dimulai dari kepala tetapi jangan mengelap bagian kepala berlebihan karena akan menyebabkan kepala dan ubun-ubun bayi basah serta membawa masalah bagi yang memiliki paru-paru lemah.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Siapakah Dalang Dibalik Kenaikan Biaya STNK? Ini Penelusurannya
Tak Hanya Medsos; Whatsapp, Line, BBM Juga Jadi Pantauan Pemerintah
MHTI Kembali Menyelenggarakan Kongres Ibu Nusantara (KIN)
Miris, Pasca Gempuran ke Aleppo Jokowi Malah Tanda Tangan Kerjasama dengan Iran
Keutamaan Ilmu
Tata Cara Mandi Haid dan Mandi Junub
Peran besar muslimah dalam dakwah Islam
Aroma Mewangi Minyak Kasturi
Neraka Jahannam Sepanjang Hidup, Surga Sepanjang Hidup
Rizki di Tangan Allah
Pada Suatu Titik
Mencari Jalan Pulang
Jodoh : Memilih Atau Dipilih ?
Ketika Istri Merasa Tidak Bisa Membahagiakan Suami
Pastikan Izin Suami Jika Ingin Menjalankan Shaum Sunnah
Satu-satunya Cinta yang Perlu Ada dalam Pernikahan bahkan dalam Kehidupan
Kenapa Anakku Susah Banget Sih Disuruh Sholat?
Aku Peduli Iman Anakku
Anak Sukses Bermula dari Bangun Pagi
Jangan Sia-Siakan “Masa SMA”
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Raditya Dika tak lagi Jenaka, Awkarin Malah jadi fenomena: Generasi Islam Mau Kemana?
Kisah Si Kaya dan Si Miskin (Pemilik Dua Kebun: Surat Al-Kahfi 32-44)
Gubernur Al-Hajjaj dan Pelajaran untuk Penguasa Durja
Nilai Ketaatan Isteri pada Suami
Nenek Penjaga Wahyu Al-Qur’an
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Asam Lambung Naik, Coba Obat Alami Ini
Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain
Bolehkah Ibu Hamil Makan Nangka?
Tips Merebus Telur yang Baik
Tips Meningkatkan Minat Membaca Buku
7 Tips Menyapih Anak
Tips Menyimpan Daging Kurban dengan Baik dan Sehat
Tips Merebus Telur yang Baik
Resep Aneka Olahan Singkong
Nikmatnya Pangsit Kuah Hangat Buatan Sendiri
Eksperimen Dapur : Kue Ketan Isi Mangga