Kunci Agar Anak Gemar Beribadah

 

Muslimahzone.com – Kehidupan masyarakat saat ini memang tidak bisa terlepas dari dunia pendidikan. Pendidikan seperti apa yang akan diajarkan kepada anak akan berpengaruh terhadap lahir dan berkembangnya generasi di masyarakat. Untuk itulah dibutuhkan sistem pendidikan yang tepat untuk menjaga anak agar bisa menjadi generasi penerus yang akan membawa dunia menuju peradaban yang lebih baik.

Berikut adalah tulisan dari Priani, S.Pd tentang pendidikan anak yang dikutip dari visimuslim:

Menjadi harapan besar bagi para orang tua melihat anak-anaknya gemar beribadah. Ibadah dalam arti luas, yaitu anak tunduk dan patuh pada aturan Allah Swt. Baik hablum minallah seperti sholat, puasa, zakat, hablum minnafsh seperti makan dan minum yang halal dan thayyib, memakai pakaian syar’i, dan berakhlaq mulia(jujur, berani, amanah, tidak suka marah), maupun hablum minan nass seperti tidak mau terjerat riba(berusaha keras untuk sesuai dengan sistem ekonomi islam), tidak mau mencontek (berusaha pakai sistem pendidikan Islam yang tanpa mencontek), tidak mau pacaran (berusaha sesuai dengan sistem pergaulan Islam), dll.

Sungguh orang tua akan bangga lagi jika nanti dikumpulkan dengan anak-anaknya di Surga.

Apa saja kunci anak gemar beribadah, berikut penjelasannya:

  1. Anak memiliki aqidah yang kuat

Ini adalah motivasi internal pada anak. Jika aqidah anak tertanam dengan baik, orangtua bisa dengan mudah mengarahkan anak untuk beribadah kepada Allah. Anak yang memiliki aqidah Islam yang kuat akan mandiri mengerjakan ibadah semata-mata untuk mengharapkan Ridha Allah.

  1. Peran orang tua sebagai teladan

Jangan harap anak mau rajin sholat jika orang tua tidak rajin sholat. Jangan mimpi anak gemar membaca Al Qur’an jika orang tua tidak mencontohkan membaca Al Quran. Karena anak juga butuh dukungan dari lingkungan keluarga. So, jadilah orang tua teladan. Ingat ya…hadiahnya langsung dari Allah lho… Bukan dari manusia.

  1. Teman anak

Jangan remehkan teman anak. Ada fase pengaruh _peer group_ pengaruh teman lebih kuat dari pada pengaruh orang tua. Ini ketika aturan di peer group lebih “menyenangkan” bagi anak dari pada aturan di orang tua yang dianggap “kaku”. Jadi orang tua senantiasa cek pada anak, siapa saja teman mereka. Jika perlu kenalkan dengan anak teman yang memiliki sifat yang baik.

  1. Sekolah anak

Salah satu faktor yang mempengaruhi anak adalah sekolah. Lebih dasar lagi adalah apa kurikulum yang dipakai sekolah tersebut? Hanya ada 2 macam, yaitu kurikulum Islam atau kurikulum sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan). Jika ternyata sekolah anak menerapkan kurikulum sekuler, ini akan mempengaruhi pola pengajaran kepada anak. Misalnya saja masalah menutup aurat, budaya pacaran, mencontek, dll. Jika di sekolah pacaran sudah menjadi budaya, bisa jadi lho anak juga akan ikut pacaran. So, orang tua harus selektif memilihkan sekolah bagi anak-anaknya.

  1. Lingkungan Sekitar rumah

Ini berkaitan dengan penduduk di sekitar rumah. Apakah perilaku mereka baik atau buruk? Perilaku masyarakat yang baik akan berdampak pada aktivitas positif yang dilakukannya. Misalnya, warga sekitar rumah rajin sholat ke masjid. Secara tidak langsung, itu menjadi pembelajaran positif bagi anak-anak untuk rajin sholat ke masjid.

  1. Sistem kehidupan yang diciptakan negara

Teknologi informasi yang berkembang semakin pesat. Adanya gawai menjadikan anak memiliki dunia lain, yaitu dunia maya. Berita bohong, pornografi dan tontonan yang negatif mempengaruhi jiwa dan akal anak-anak. Ditambah lagi sinetron percintaan remaja yang merajai dunia televisi. Narkoba dan pergaulan bebas semakin marak. Jika tidak ada regulasi yang tepat, apa jadinya generasi masa depan anak-anak kita. Apalagi ada kebijakan pendidikan agama Islam dihapus. Ada mata pelajaran pendidikan agama Islam saja moral generasi belum bisa dibanggakan, apalagi jika mapel agama dihapus??

Semoga kita termasuk orang tua yang peduli pendidikan dan masa depan anak kita. Panduan mendidik itu sudah ada. Ada di dalam Islam. Agar anak gemar beribadah butuh kerja sistem. Orang tua, sekolah, masyarakat dan negara.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk