Beberapa Tipe Anak dalam Al-Qur’an

Muslimahzone.com -Seorang anak yang lahir ke dunia memiliki banyak karakter unik yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Keadaan pada diri mereka juga bisa beragam. Akan menjadi apa mereka ke depannya, itu semata orangtua yang harus membentuknya. Anak bisa tumbuh menjadi anak yang baik, penurut, cerdas, kritis, begitu shalih. Namun, anak juga bisa menjadi sebaliknya yaitu melawan pada orangtuanya, berucap tidak ahsan dan perangai buruk lainnya.

Di dalam Islam sendiri, ternyata para ulama mengkategorikan beberapa tipe anak. Berikut ulasannya seperti ditulis ummi-online:

1. Anak sebagai hiasan hidup dan penyejuk bagi orang tuanya

Tentu akan sangat menyenangkan memiliki anak sehat lahiriyah dan batiniyah dan  kehadiran yang sangat ditunggutunggu ini menjadi hiasan hidup yang sangat indah dipandang mata. Kedatangannya bukan musibah melainkan anugerah. Menjadi hiasan yang baik sekaligus penyejuk tidak akan terjadi, jika ada kesalahan dalam pola asuh anak.

Untuk itu dalam hal ini orang tua harus cermat dan mengambil kendali utama menjadikan anak seperti yang diinginkan. Menjadi putih, hitam atau abu-abu jiwa dan kehidupan mereka, itu sebenarnya berkat didikan orang tua. Jika berhasil, maka orang tua akan menabung surga kelak saat mempunyai anak shalih yang pandai mendoakan orangtuanya.

 Allah berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Qs. Ali Imron: 14)

Juga terdapat dalam ayat-Nya: “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri  kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al Furqon: 74)

2. Anak sebagai cobaan hidup

Akan sangat berbeda dengan hal pertama tadi jika kehadiran anak menjadi cobaan hidup keluarganya. Bukan hanya karena cacat bawaan yang dideritanya, namun juga perlakuan anak  yang tidak menyenangkan atau bahkan cenderung amoral. Hal ini,  pada dasarnya akan menjadi pukulan terberat juga cobaan hidup yang tidak ringan bagi orangtuanya.

Allah berfirman:  “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Qs. Al Anfal: 28)

3. Anak yang lemah

Mempunyai keturunan anak yang lemah merupakan hal yang cukup menyedihkan. Lemah disini bisa berarti lemah tubuh atau akalnya, bisa jadi lemah dalam ilmu pengetahuan, lemah dalam wawasan hidup, lemah segi kemampuan fighting dalam menjalani kehidupan, lemah dalam segi akidah dan lain sebagainya.

Allah berfirman: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Qs. An Nisa’: 9)

Agar tidak menjadi seperti yang disitir dalam Al-Qur’an, hendaknya orangtua membekali anaknya dengan sistem imun terbaik bagi tubuhnya, banyak wawasan pengetahuan dan kehidupan, kemampuan yang mumpuni, memantau perkembangan mentalnya  agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan juga bekali dengan akidah yang baik. Karena bisa jadi, sesuatu yang bersifat lemah menjadi cikal bakal cacat tubuh dan mental yang permanen, kriminalitas anak dan tindakan amoral lainnya.

4. Anak sebagai musuh

Allah berfirman: “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs At Taghabun: 14)

Musuh dalam arti saat anak menjadi pembangkang tidak lagi menuruti nasihat orang tua dan mendengarkan petuah bijak orang-orang sekelilingnya, belajar menjadi pembohong, tidak malu lagi melakukan hal tercela dan maksiat dan mulai melupakan untuk beribadah kepada Allah. Dan hal ini merupakan puncak kesedihan dan kegagalan dari pola asuh orang tua.

Oleh sebab itu, apapun tipe anak, ia adalah lembaran putih, orangtualah yang sebenarnya memberi torehan istimewa pada lembaran putih anak. Ia akan menjadi Muslim, Nashrani atau Yahudi adalah campur tangan orang tua. Jadilah orang tua terbaik dalam membentuk pribadi anak. Semoga kitalah yang menjadi pemenang memperoleh anak yang shalih penyejuk hati keluarga, aamiin.

(fauziya/muslimahzone.com)

Leave a Reply

Menganggap Konflik Rohingnya Bukan Masalah Agama, Postingan Afi Kembali Menuai Kontroversi
Waspadalah, Kristenisasi Muslimah Lewat Jalur Pacaran
Pernikahan Pemuda dengan Nenek, Pemuda Dianggap Masih Dibawah Umur
Pendidikan Agama di Sekolah akan Dihapus?
Hukum Leasing dalam Islam
Batas Waktu Penyimpanan Daging Qurban
Negeri Tanpa Pajak, Hanya Islam yang Bisa
Kapan Memulai Puasa Dzulhijjah?
Terpesonalah pada Pembuat Keajaiban
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Di Antara 2 Pilihan
Untuk Apa Ujian Kehidupan?
Wajibkah Memenuhi Kebutuhan Sekunder-Tersier Istri?
Inikah Pelakor?
Bahagia Walau Tinggal di Kontrakan
Agar Istri Tak Futur Berdakwah
Membekali Anak tentang Pernikahan Sebelum Terlambat
Kapan Mengenalkan Anak Kisah Nabi
Kunci Pendidikan Anak-anak Palestina
Menanamkan Ketaatan Sejak Dini
Ramadhan, Bulan Memperbanyak Stok Sabar
Jadilah Cyber Army, Boikot Ide Sesat!
Jaga Aurat di Depan Kamera
Perilaku Selfie Menjamur, Pengaruh BDD Ikut Bertutur
Kisah Taubat yang Mengagumkan
Kisah Wanita yang Masuk Neraka Karena Air Wudhu
Pahlawan yang Diragukan
Charlemagne, Harun Ar Rasyid, dan Lubang Ukhuwah Kita
Manfaat Menyusui bagi Ibu
Promil, Jangan Sembarang Minum Obat
Salah Paham Habatussauda
Inilah Beberapa Kesalahan Penderita Maag Menurut Medis
Tips Mengurangi Rasa Pahit pada Pare
Mengolah Ceker Agar Empuk dan Tidak Amis
Tips Mengatasi Penyakit Ujub
Memilih Buku Bacaan untuk Mengisi Ramadhan
Membuat Roti Cane Step by Step
Nikmati Segarnya Green Tea Smoothies
Segarnya Es Kuwut di Hari Lebaran
Biji Ketapang Gurih dan Empuk